Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Soft Opening Pelabuhan Patimban Akan Dilakukan pada Mei 2020

Muhammad Ashari
PROYEK pembangunan Pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Rabu 9 Januari 2019. Pemilihan industri di kawasan segitiga Re­bana (Cirebon-Patimban-Kertajati) dinilai penting bagi Jawa Barat.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
PROYEK pembangunan Pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Rabu 9 Januari 2019. Pemilihan industri di kawasan segitiga Re­bana (Cirebon-Patimban-Kertajati) dinilai penting bagi Jawa Barat.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

JAKARTA, (PR).- Pemerintah merencanakan soft opening Pelabuhan Patimban pada Mei 2020. Pembangunan pelabuhan akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2027. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal itu seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin, 24 Juni 2019. Menurut dia, pembangunan Pelabuhan Patimban akan berlangsung selama 3 tahap sampai 2027. 

"Soft openingnya akan dilakukan Mei 2020. Itu car terminal dulu. Terus, nanti setelah itu ada kargonya pada akhir 2020. Itu tahap 1," katanya. 

Tahap 2 kemudian akan dikerjakan dengan target penyelesaian pada 2023. Pada tahun tersebut, direncanakan Pelabuhan Patimban bisa melayani peti kemas dengan muatan total 3,5 juta Teus.

Kemudian pengerjaan tahap 3 ditargetkan selesai pada 2027. Pada tahun tersebut, peti kemas yang bisa ditampung di pelabuhan totalnya bisa mencapai 7,5 juta teus. 

Adapun mengenai operator pelabuhan, Budi mengatakan, terlebih dahulu akan dilakukan tender. Ia mengatakan, operatornya akan berasal dari swasta.

"Jadi, pemerintah menyerahkan, siapa yang paling bagus proposalnya, baik pengelolaan maupun incomenya kepada kami, ya itu yang kami pilih. Tentunya pengalaman (pengelola) menjadi syarat utama," tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, mekanisme pengelolaan pelabuhan dilakukan dengan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Lebih spesifik, kerjasama itu dilakukan dengan skema konsesi dalam jangka waktu tertentu. Menurut Budi, paling lama konsesi memakan waktu 20 tahun.

"Konsesinya nanti kami lihat. Logikanya, karena dia tidak investasi, paling lama 20 tahun. Yang investasi kan pemerintah," ujarnya.  

Budi mengungkapkan, sejauh ini ada 10 perusahaan yang berminat mengikuti tender operator. Perusahaan dari Jepang dikatakannya ada yang berminat mengikuti tender. Namun ia tidak menyebutkan perusahaan tersebut.***

Bagikan: