Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Pantai yang Penuh Sampah akan Dijadikan Kawasan Industri

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilutrasi kawasan pantai yang penuh sampah.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilutrasi kawasan pantai yang penuh sampah.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menyatakan sudah melakukan penelitian terhadap tatanan lingkungan di lokasi yang akan dijadikan kawasan industri di Kota Serang. 

Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto mengatakan, lokasi yang disiapkan untuk kawasan industri di Kota Serang yaitu di Karangantu, Kecamatan Kasemen. Menurutnya, biota laut di sana sudah tidak seperti dulu lagi akibat sedimentasi. 

"Karena apa, sepanjang bibir pantai yang ada di bagian perencanaan kawasan industri tersebut itu telah terjadi sedimentasi oleh sampah-sampah yang cukup menumpuk," kata Ipiyanto

Sehingga, jika melihat lokasi tersebut tidak akan menjadi masalah untuk menjadikan berdirinya industri di Kasemen. Karena, bibir pantai di sana sudah tertutup sedimentasi. "Jadi kalau bicara biota di sana itu sudah tidak seperti dulu lagi," ucapnya. 

Hal sama juga terjadi pada lahan pesawahan di sana, mantan Kepala Disdukcapil Kota Serang itu mengatakan sawah di sana sudah tidak bisa dianggap sebagai sawah produktif lagi, karena sawah disana sudah mejadi sawah tadah hujan. 

"Begitu juga dengan empang kalau dilihat secara keseluruhan yang ada di sana empang juga tidak produktif, sawah juga sawah tadah hujan hanya yang sebagian saja berdekatan dengan irigasi yang masih memiliki manfaat," tututnya. 

Sehingga, kawasan industri tersebut tidak akan mempengaruhi lingkungan yang ada. Namun, meski demikian pihaknya tetap akan melihat dari sisi manfaat dan mudharatnya. 

"Kawasan industri ke arah sana yah mungkin merupakan bagian program pemerintah. Ke depan bagaimana mengantisipasi tenaga kerja yang cukup tinggi di kota serang dapat terantisipasi dengan itu. Sekarang sedang dilakukan penelitian mana yang lebih banyak manfaat daripada mudhorotnya," ujar perancang produk hukum Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang itu. 

Analisis Amdal

Sementara itu, di halaman kantor DLH Kota Serang sudah terpampang banner yang menunjukan adanya studi analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) pada salah satu perusahaan yang akan mengisi kawasan industri itu. 

Perusahaan tersebut bernama PT Cahaya Luhur Abadi dengan Direktur Sukirno yang akan membangun industri di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dengan luas lahan 100 Hektare (Ha).

"Kami tidak akan terburu-buru mengeluarkan rekomendasi, kami juga kekurangan tenaga ahli, bahkan kami akan merekrut tenaga ahli dari luar. Karena kalau sudah keluar rekomendasi inipun akan berat," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur. 

Menurut Ipiyanto, untuk jenis industri yang akan berada di Kawasan Kasemen kemungkinan berupa industri sedang sampai berat. "Wacana itu sebetulnya sudah sejak lama, dulu sempat ada gagasan yang datang semacam galangan kapal, rencananya ke arah sana kalau tidak salah, pokoknya industri berat," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan belum mengetahui informasi perusahaan tersebut. Hal itu karena kemungkinan perusahaan itu mengjukan izin sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota. "Belum ada ijin disitu, belum tahu, diusulkan kan tahun 2018," katanya. 

Namun, menurutnya kawasan industri itu disiapkan agar bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi jumlah pengangguran. "Kalau perijinan semua pihak mengijinkan daerah industi akan lebih bagus menyerap tenaga kerja," pungkasnya.***
 

Bagikan: