Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

TPAS Cilowong Direncanakan Menjadi Lokasi Wisata Edukasi

Tim Pikiran Rakyat
TEMPAT Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang akan diubah menjadi lokasi wisata edukasi.*/DOK. KABAR BANTEN
TEMPAT Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang akan diubah menjadi lokasi wisata edukasi.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang merupakan tempat akhir sampah dari berbagai penjuru se-Kota Serang. Bahkan, bukan hanya Kota Serang tapi juga sampah asal Kabupaten Serang. 

Setiap harinya, puluhan bahkan ratusan ton sampah dari ibukota Provinsi Banten diangkut ke Cilowong. Tumpukan sampah pun sudah terlihat membukit di lokasi pegunungan yang hijau itu. Sehingga, image bau yang menusuk begitu kental jika menyebut nama Cilowong. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang menyatakan, demi mengubah image tersebut pihaknya memiliki konsep wisata edukasi sampah ke depannya. 

"Ini adalah merupakan satu keinginan atau rencana saya sebagai Kepala DLH, menjadikan  Cilowong sebagai tempat  edukasi pembelajaran masyarakat dan tempat wisata," kata Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho. 

Edukasi tergadap pelajar yang ditampilkan di lokasi paling bau di Kota Serang itu ialah dengan memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah dari bentuk barang yang tidak bermanfaat menjadi sangat berguna. Yaitu briket (arang) yang digunakan sebagai bahan tenaga listrik. Harapannya, proses pembelajaran itu menjadi bahan penelitian para pelajar. "Jadi mereka bisa melihat secara langsung tidak lagi bicara data tapi bisa observasi, bisa melakukan," ucapnya. 

Kemudian, dari sisi wisata pihaknya merencanakan melakukan penanaman tanaman yang produktif seperti buah-buahan, tanaman apotik dan bunga-bungaan. Hal itu untuk menambah keindahan dan mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan sampah. 

"Dulu dalam radius berapa kilometer sudah tercium bau dan dada pun sesak, sekarang tidak," katanya.

Mantan Kepala Disdukcapil Kota Serang itu menjelaskan, dalam alam pikirannya tugas DLH bukan hanya memindahkan sampah dari satu lokasi ke lokasi akhir. Tetapi, lebih dari itu sampah harus memiliki dampak positif kepada masyarakat. "Kalau hanya memindahkan mudah, tinggal tambah armada saja beres," ujarnya. 

Rencana menuju TPAS Cilowong sebagai lokasi wisata edukasi, kata dia, saat ini sedang berjalan dengan mulai melakukan penanaman tanaman bunga-bungaan dan membentengi tebing guna mencegah longsor. Kemudian, pihaknya juga memasang pipa untuk saluran gas metan dan sebagai pengurang bau. "Bisa dibuktikan, makanya saya bilang hayu ke sana. Sekarang sudah tidak bau kaya dulu. Meskipun, bau tidak bisa dihilangkan ya, tapi berkurang," ujarnya.***
 

Bagikan: