Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Peluru Meriam Ditemukan di Eks Kesultanan Banten Lama

Tim Pikiran Rakyat
SITUS Banten Lama.*/DOK. KABAR BANTEN
SITUS Banten Lama.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten melakukan ekskavasi arkeologi atau penggalian di Kawasan eks Kesultanan Banten Lama, tepatnya di Keraton Surosowan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis 20 Juni 2019.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Sejumlah artefak dan peninggalan pada masa Kesultanan Banten ditemukan, antara lain peluru meriam yang terdiri dari empat ukuran, mulai berdiameter 5 centimeter, 6 centimeter, hingga yang paling besar 10 centimeter.

"Penemuan ini diduga merupakan peluru meriam milik Kesultanan Banten, atau lokal. Terlihat dari bahannya, ini terbuat dari batu. Ada empat ukuran yang berbeda. Ini sekitar diameter 5 centimeter, 6 centimeter, 8 dan 10 centimeter," kata Koordinator Lapangan Ekskavasi BPCB Banten Turmudi, Kamis 20 Juni 2019.

Selain peluru meriam, ia beserta timnya juga berhasil menemukan keramik biru putih yang diperkirakan peninggalan abad ke-18 Dinasti Ching. Kemudian, ada juga gerabah serta keramik pinggiran kendi (tempat air) dan sejumlah pecahan keramik lokal (Kesultanan Banten).

"Kemungkinan ini keramik dari Dinasti Ching abad ke-18, karena terlihat ini masih tahun muda. Kelihatannya dari pecahan mangkuk dan piring. Kalau ini memang impor dari China. Tapi kami juga menemukan keramik lokal, seperti pinggiran kendi dan ada juga pecahan gerabah," ujarnya.

Berdasarkan pengamatannya, dua lokal yang saat ini dilakukan ekskavasi telah diratakan dengan tanah. Sehingga, sejumlah peninggalan dan benda-benda kuno banyak ditemukan di area tersebut. "Kemungkinan besar dua kotak (lokal) ini dilakukan pengurugan (ditimbun tanah). Jadi semua terkonsentrasi di dua kotak timbunan ini," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Dari penemuan tersebut, kata Turmudi, akan dikumpulkan untuk kemudian dibersihkan, dan diberi label sesuai dengan lokasi penemuan. Kemudian, akan dilakukan analisa benda tersebut oleh ahlinya. Setelah itu, baru akan dilanjutkan penelitian kembali tentang sejarahnya, seperti darimana benda itu berasal, hingga bisa sampai ke lokasi ditemukan.

"Temuan ini biasanya kami kumpulkan, kami bersihkan, dan kami beri label untuk selanjutnya disimpan. Karena ini merupakan benda cagar budaya, perlu ada analisa kembali untuk dipastikan keaslian dan tentunya dilakukan oleh ahli yang profesional," katanya.

Sebenarnya, ia menjelaskan, ekskavasi yang dilakukannya adalah untuk menggali ruangan Srimanganti atau ruang tunggu Sultan, yang tertimbun tanah sejak dihancurkannya pada masa kepemimpinan Daendels. Namun, saat penggalian justru timnya menemukan sejumlah benda peninggalan pada masa Kesultanan Banten.

"Keraton Surosowan ini pernah dihancurkan oleh Daendels. Keraton diserang, dihancurkan, dibakar dan ditimbun dengan tanah untuk menghilangkan jejak. Jadi, kami sebenarnya sedang menggali ruangan Srimanganti disini (Keraton Surosowan," ucapnya.

Ia juga menuturkan, penggalian ini akan dilakukan hingga 120 hari kedepan atau sekitar empat bulan. Karena, untuk melakukan penggalian cagar budaya membutuhkan waktu, ketelitian, serta kehati-hatian yang sangat cermat.***

Bagikan: