Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Ada Proyek Bangun Pabrik, Nelayan pun Jadi Kuli

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut dan memilih jadi kuli bangunan.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut dan memilih jadi kuli bangunan.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Jumlah nelayan di wilayah Kabupaten Serang saat ini sudah semakin berkurang. Hal itu dikarenakan mereka lebih memilih berprofesi menjadi kuli bangunan yang lebih menjanjikan, dibanding harus melaut dan mencari ikan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang, Sarjudin mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya hingga 2018 terdapat sebanyak 4.849 nelayan kecil. 

Namun dari jumlah tersebut ada sekitar 50 persen nelayan sudah beralih profesi menjadi kuli bangunan. "Terutama nelayan di Terate, Kramatwatu, mereka naik dulu ke darat, jadi kuli bangunan, kan lagi ada yang bikin pabrik, ternyata mungkin mereka hitung-hitung lebih mending kerja bangunan, daripada ke laut, sudah susah," ujarnya, Kamis 20 Juni 2019.

Ia menuturkan dengan makin sedikitnya nelayan ini tentunya produksi ikan tangkap semakin berkurang. Meskipun Kabupaten Serang memiliki panjang pantai yang memadai mulai dari Cinangka-Tangerang. "Kalau ikan tangkap di maksimalkan maka akan optimal. Sekarang nelayan cari yang enak, dia yang, ke laut mana yang nyaman saja,suka suka dia yah, kalau kita gak nyaman jadi mau ngapain," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.

?Diakuinya, anggaran untuk nelayan dan petani ikan air tawar memang masih kecil. Pihaknya kerap memberikan bantuan benih ikan air tawar, akan tetap kebanyakan benih itu mati karena belum profesional pengolahannya. "Kalau tidak didukung anggaran susah. Kalau dihitung luas lahan potensi budidaya ikan kita 15.796,87 hektar, dengan rincian air laut 4.416 hektar, air tawar 6.233 hektar, air payau 5.147 hektar. Kemudian  rumah tangga pembudidaya ikan perorangan ada sebanyak 4.230, dengan rincian Air laut 1.045 orang, air tawar 1.635 orang, air payau atau tambak 1.550 orang," tuturnya.***

Bagikan: