Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Usai Makan Pindang, Puluhan Warga Muntah dan Diare

Tim Pikiran Rakyat
PULUHAN warga mancak saat berada di MTs Pasir Gadung untuk mendapatkan perawatan medis, Rabu 19 Juni 2019.*/ISTIMEWA
PULUHAN warga mancak saat berada di MTs Pasir Gadung untuk mendapatkan perawatan medis, Rabu 19 Juni 2019.*/ISTIMEWA

SERANG, (PR).- Sebanyak 40 warga Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, mengalami keracunan pada Rabu 19 Juni 2019. Diduga mereka keracunan karena mengonsumsi ikan pindang, dari seorang penjual ikan asal Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka. 

Kapolsek Mancak AKP Nasir Eming mengatakan, ini diketahui ketika sejumlah warga mendatangi Puskesmas Mancak, sekitar pukul 14.00 WIB. Seiring waktu, jumlah warga dengan keluhan sama terus berdatangan ke puskesmas tersebut. 

"Awalnya kami hitung hingga 26 warga, namun jumlahnya terus bertambah. Sekarang mungkin sudah 30 orang lebih," katanya saat dihubungi wartawan Kabar Banten, Sigit Angmi Nugraha melalui telefon genggam.

Menurut Nasir, dugaan keracunan dari ikan pindang, lantaran seluruh warga mengaku mengonsumsi ikan yang sama. Dimana warga membeli ikan dari penjual ikan keliling. "Pejual ikan itu menjajakan bandeng sejak Senin (17/6/2019). Selasa (18/6/2019), pedagang ikan itu juga menjual bandeng. Tadi pagi (Rabu, 19/6/2019) pun si penjual ikan itu masih jualan," ujarnya.

Saat ini, lanjut Nasir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang tengah melakukan penyelidikan atas penyebab keracunannya puluhan warga Pasir Gadung. Pihaknya belum bisa memberikan kepastian sebelum hasil lab keluar. "Sekarang masih dugaan ya, kami belum bisa memastikan apakah keracunan ini akibat ikan pindang," tuturnya.

Dinkes pun, menurut Nasir, telah membuka posko kesehatan, di aula MTS Pasir Gadung. Di posko kesehatan tersebut, telah berkumpul petugas polsek, koramil, serta satgas Kecamatan Mancak. "Semua sudah berkumpul untuk memberikan pertolongan," ungkapnya.

Terus bertambah

Senada dikatakan Kades Sangiang, Asep Saepul Rohman. Katanya, hingga kini warga estafet mendatangi puskesmas. "Semuanya mengeluhkan mual, pusing, dan diare. Setelah dikroscek, ternyata rumah mereka berdekatan. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 40, dan terus bertambah," katanya.

Menurut Asep, selain ikan bandeng, petugas Dinkes Kabupaten Serang juga mengambil sampel lain, seperti air dan makanan pendukung lain. "Jadi sekarang ini belum dipastikan apakah memang berasal dari ikan pindang. Karena hasil lab Dinkes belum keluar," ujarnya.

Salah seorang warga Mancak Anton Daeng Harahap mengatakan, peristiwa itu terjadi saat pagi hari seorang pedagang ikan pindang yang berinisial SM warga Desa Pasaruan Kecamatan Cinangka lewat di desa tersebut. Tanpa ada curiga, warga pun membeli ikan yang dijajakan tersebut. "Pedagang sudah biasa jualan," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten Dindin Hasanudin.

Daeng mengungkapkan, sekitar pukul 11.00 siang, warga mulai mengkonsumsi ikan yang dibeli tersebut. Namun kemudian mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga sakit perut.

Ia mengatakan pada awalnya ada 17 orang yang harus diinfus akibat keracunan tersebut. Dari jumlah itu 7 orang di antaranya mengalami keracunan cukup parah. "Total korban ada 40 orang itu sama kampung sebelah, Desa Pasir waru," ucapnya.

Untuk sementara kata dia, korban dibuatkan posko di MTs Pasirgadung. Sedangkan bagi mereka yang sudah membaik beberapa mulai diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. "Kalau yang parah dirujuk ke Serang (RSDP)," katanya.***

Bagikan: