Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 19 ° C

Mahfud MD: Sidang Sengketa Pilpres 2019 Jadi Pembelajaran Politik untuk Masyarakat

Muhammad Ashari
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.*/ANTARA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008-2013 Mahfud MD menilai bahwa sengketa Pilpres 2019 di MK menjadi pembelajaran politik kepada masyarakat. Para hakim MK juga dituntutnya untuk membuat keputusan yang benar. 

"Kita ikuti (proses persidangan) sebagai pembelajaran kepada masyarakat, kita ikuti sidang MK ini dan (sidang) itu sudah terbuka. Siapa yang bohong akan ketahuan, siapa yang berdrama akan ketahuan. Kan gitu. Rakyat kan tidak bodoh," katanya di Kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Kamis, 20 Juni 2019.

Menurut dia, masyarakat bisa melihat dari proses persidangan di MK sejauh ini mana orang-orang yang tidak mengerti masalah atau orang-orang yang hanya mengambil segmentasi tertentu. Ia kemudian melanjutkan, masyarakat kini hanya tinggal mengikuti proses persidangan sampai selesai. 

"Itu sudah terlihat semua dari sidang-sidang. Nah, masyarakat biar nonton sampai MK membuat vonis," katanya.

Ia menambahkan, di sisi lain para hakim MK harus membuat vonis yang pintar dalam putusannya nanti. Para hakim MK dituntutnya tidak hanya membacakan putusan bahwa suatu gugatan dikabulkan atau ditolak. Alasan-alasan vonis, menurut dia, perlu dibeberkan dengan rinci supaya masalah tuntas. 

"MK membuat vonis  harus pintar juga menilai setiap butir pernyataan. Bahwa saksi ini salah karena bilang begini, tapi salah faktanya. Bilang begini, tapi ini sudah dibantah oleh ini. Kemudian ini ada fakta lain, begini (faktanya). Itu namanya MK yang benar," kata dia.***

Bagikan: