Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 25.2 ° C

Kunjungan Wisatawan Asing Berkurang karena Kericuhan Mei 2019, Pemprov DKI Jakarta Gelar Banyak Acara

Vebertina Manihuruk
SEJUMLAH warga mengunjungi arena Jakarta Fair 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Jakarta Fair 2019 akan berlangsung hingga tanggal 30 Juni 2019 dengan diikuti oleh 2.700 peserta dengan 1.500 stan pameran yang menjual dan memamerkan produknya.*/ANTARA FOTO
SEJUMLAH warga mengunjungi arena Jakarta Fair 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Jakarta Fair 2019 akan berlangsung hingga tanggal 30 Juni 2019 dengan diikuti oleh 2.700 peserta dengan 1.500 stan pameran yang menjual dan memamerkan produknya.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Kericuhan yang terjadi di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum di DKI Jakarta pada 21-22 Mei 2019 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke ibukota. Kunjungan wisatawan mancanegara dinyatakan mengalami penurunan.

"Menurunnya kunjungan wisatawan ini kan dilihat banyak faktor ya, tidak melulu karena kita kurang promosi tapi ini juga banyak kejadian-kejadian di Jakarta kayak yang tanggal 21-22 Mei 2019 di depan Bawaslu kemarin salah satunya," kata Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, Rabu, 19 Juni 2019, seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Menurut Gumilar, kericuhan yang terjadi bulan lalu sangat memengaruhi. Ada beberapa negara yang bahkan langsung memberikan imbauan atau larangan (travel warning) untuk warganya supaya tidak melakukan perjalanan ke Jakarta.

"Contohnya pada saat kejadian di Bawaslu kemarin tanggal 21-22 Mei 2019, itu langsung beberapa acara (di Jakarta) yang melibatkan beberapa negara, membatalkan hadir," ujar Gumilar.

Ia mengatakan, hal tersebut tentu saja sangat merugikan sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jakarta pada bulan April 2019 mencapai 198.209 orang. Jumlah kunjungan wisatawan asing itu mengalami penurunan sebesar 9,7 persen dibandingkan kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2019, yaitu sebanyak 219.500 kunjungan.

Untuk itu, kata dia, berbagai upaya terus dilakukan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, salah satunya dengan membuat berbagai acara yang seluruhnya melalui proses kurasi, baik acara yang diadakan Pemprov DKI Jakarta maupun swasta. "Ya, upaya kita tentu saja menggencarkan acara-acara. Pak Gubernur sendiri punya festival sepanjang tahun, jadi nanti sampai 2019 udah jadi tuh event (acara) untuk 2020," tutur Gumilar.

Selain itu, Gumilar juga mengakui bahwa wisatawan daerah maupun luar negeri mengalami kebingungan dalam mencari informasi mengenai acara apa yang akan atau sedang berlangsung di Jakarta. "Nah makanya, akhir tahun ini kita sudah menyusun acara yang bisa di-highlight dan yang bisa mendatangkan turis untuk berkunjung ke Jakarta," kata Gumilar.***

Bagikan: