Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Musim Dingin Australia Dirasakan Hingga Jawa Tengah

Eviyanti
FROSS atau embun yang mengkristal menjadi es akibat penurunan suhu di Dataran Tinggi Dieng. Hal ini merupakan pengaruh dari monsoon dingin Australia.*/EVIYANTI/PR
FROSS atau embun yang mengkristal menjadi es akibat penurunan suhu di Dataran Tinggi Dieng. Hal ini merupakan pengaruh dari monsoon dingin Australia.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Musim dingin atau monsoon dingin di Autralia  dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Khususnya wilayah dataran tinggi seperti di Dataran Tinggi Dieng (DTD), Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Posisi matahari yang saat ini berada  maksimal di belahan bumi utara turut memengaruhi. Karena pengendali utama cuaca dan iklim adalah radiasi matahari," kata Kepala BMKG Cilacap taruna Mona Rachman, Rabu, 20 Juni 2019.

Secara meteorologis, Australia saat ini berada dalam periode musim dingin. Tekanan udara di Australia cukup tinggi sehingga di daerah tersebut ada massa udara yang bersifat dingin dan kering. Sementara itu, di wilayah Asia mengalami musim panas dan terdapat daerah tekanan rendah 

Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia dan rendah di Asia ini, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering menuju  ke Asia dengan melintasi Indonesia, di wilayah selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT. 

Penurunan suhu juga terjadi karena tidak ada sinar matahari, karena berada di belahan utara. Selain itu, saat kemarau pertumbuhan awan juga relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa.

Sesuai dengan pantauan petugas, suhu udara di Cilacap dan sekitarnya menunjukkan angka 23 – 29 Celcius. Hal tersebut menunjukkan bahwa udara sedikit lebih dingin dari biasanya mencapai suhu 34° Celcius.

Massa udara dingin ini semakin signifikan sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara pada malam hingga dini hari. 

"Penurunan suhu sangat dirasakan terutama  di dataran tinggi seperti di Dataran Tinggi Dieng berada di wilayah andministarsi Wonosobo, dan Banjarnegara. Sehingga pada puncak musim kering di DTD sering dijumpai fross, embun yang mengkristal menjadi es," katanya.

Hal ini juga menyebabkan suhu udara musim kemarau menjadi lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu pada musim kemarau kandungan air di dalam tanah juga semakin menipis, kandungan uap air di udara juga rendah, indikatornya bisa dilihat dari rendahnya kelembaban udara. 

Pergerakan monsoon Australia ke Asia oleh nelayan disebut sebagai angin timuran yang membawa sifat kering atau kemarau. 'Oleh karena rata-rata wilayah Indonesia bagian selatan sedang berlangsung musim kering atau kemarau," tuturnya.

Hal ini juga berpengaruh terhadap bertambah dinginnya udara. Musim dingin di Australia sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga bulan September nanti.

Sementara Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara  Setyoadji menambahkan, penurunan suhu belakangan ini lebih disebabkan karena kandungan uap di atmosfer cukup sedikit. 

Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas. "Rendahnya kandungan uap air di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa. Energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer, lapisan paling dekat permukaan bumi menjadi tidak signifikan," katanya.

Kondisi demikian yang  menyebabkan suhu udara di Indonesia khususnya saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan, Terlebih di daerah Pegunungan seperti Dieng di Jateng.

"Jika berlangsung cukup lama  biasanya akan disertai fenomena frost, atau embun yang membeku," katanya. 

Suhu rata-rata  di atas permukaan tanah Banjarnegara berkisar 19 - 25 C, Namun untuk suhu permukaan tanah di Dieng bisa lebih rendah lagi.***

Bagikan: