Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Sadis, Bapak Kandung Aniaya Bocah 2 Bulan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI kekerasan terhadap anak.*
ILUSTRASI kekerasan terhadap anak.*

SERANG, (PR).- Buah hati biasanya akan selalu menjadi dambaan bagi pasangan suami istri yang telah melangsungkan prosesi pernikahan. Kedua orangtuanya, pasti akan memberikan kasih sayang yang tak terhingga, bahkan rela melindungi anugerah tersebut apapun risikonya.

Tapi, kondisi berbeda justru ditunjukan oleh seorang ayah kandung di Kota Serang. Pria yang berinisial TR (19), itu diduga telah menganiaya buah hati hasil pernikahannya sendiri yang baru berumur 2 bulan. Akibatnya, sang bayi harus mengalami luka lebam di bagian wajah sebelah kiri usai mendapatkan bogem mentah dari sang ayah.

Informasi yang diperoleh, peristiwa sadis ini diduga telah dilakukan TR pada Sabtu 15 Juni 2019 di kediaman orangtuanya di wilayah Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kejadian itu, terungkap setelah SR (16) yang merupakan ibu kandung bayi yang menjadi korban keganasan suaminya, menemukan buah hatinya tergeletak dengan luka lebam tepat di bagian mata sebelah kiri.

"Pas kejadian, si ibu ini enggak lihat langsung. Dia tahu setelah anaknya nangis. Pas didatangi, anak itu ditemukan tergeletak di kamar dengan luka di bagian mata kayak habis ditonjok," kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Uut Lutfi, ditemui wartawan usai mendampingi ibu kandung korban saat memberikan laporan di Mapolres Serang Kota, Senin 17 Juni 2019.

Uut mengatakan, ketika peristiwa sadis itu terjadi, SR langsung menghubungi bibinya yang berlokasi tak jauh dari tempat tinggal kedua pasutri yang baru menikah pada akhir tahun 2018 tersebut. Bibi SR yang mengetahui insiden itu, langsung menginterogasi TR di tempat kejadian.

Namun setibanya di lokasi, TR malah bungkam dan tidak mau menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh bibi istrinya. Meskipun berulang kali telah didesak oleh sang bibi atas peristiwa tersebut, TR tetap tidak memberikan respons apapun.

“Kalau keterangan dari istrinya, si pelaku ini diduga kesal karena anaknya sering nangis. Ya namanya juga masih bayi, mungkin suaminya lagi punya problem sehingga kekesalannya dia lampiaskan ke anak itu,” ujar Uut kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Lebih parahnya lagi, peristiwa sadis itu bukan pertama kali dilakukan oleh sang ayah. TR, juga diduga pernah melakukan penganiayaan kepada buah hatinya sendiri, dengan membanting sang bayi di hadapan istrinya.

“Sebelum kejadian ini, bayinya juga pernah dibanting sama pelaku. Waktu itu ibunya lihat. Bahkan saat masih di dalam kandungan, si suami ini sudah beberapa kali melakukan kekerasan fisik kepada istrinya,” tutur Uut.

Hingga kini, LPA Banten masih belum bisa memperoleh keterangan lebih rinci dari ibu korban. Sang istri, masih mengalami trauma dan syok lantaran belum percaya suaminya tega melakukan tindakan sadis hingga mengakibatkan buah hatinya mengalami luka lebam cukup parah di bagian wajah.

“Si ibunya ini masih trauma dan kelelahan. Kalau dari keterangan sementara yang kami peroleh, yang melakukan itu diduga ayah kandungnya sendiri. Tapi dia sekarang kabur, enggak ada di rumah. Pihak keluarganya juga belum ada respons sama sekali,” kata Uut.***

Bagikan: