Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Ikut Sebarkan Hoaks Soal Server KPU, Dosen Informatika Jadi Tersangka

Puga Hilal Baihaqie
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Polisi mengungkap identitas WN (54) yang menjadi tersangka dalam kasus berita bohong (hoaks) mengenai server Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah disetting untuk memenangkan pasangan calon tertentu.

“Tersangka WN merupakan dosen bidang teknik informatika di dua kampus di Solo dengan latar belakang keilmuan dan keahlian sebagai IT,” kata Kepala Sub Direktort Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Pol Rickynaldo Chairul dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin 17 Juni 2019.  

Rickynaldo mengatakan WN sangat gegabah dalam menyimpulkan adanya penyettingan pada server KPU yang ia peroleh berdasarkan informasi dari media sosial. Pernyataan yang ia sampaikan dalam sebuah acara seperti seminar itu bertujuan untuk mendapatkan pengakuan sebagai ahli IT dari publik. Saat diperiksa WN tak bisa membuktikan tudingannya.

“Karena dari awal motifnya hanya ingin mendapatkan pengakuan dan kredibilitasnya terangkat, seakan-akan ia telah menemukan sesuatu,” ujarnya.

WN ditangkap di Jalan Mangunrejan, RT 1 RW 1, Kelurahan Mojogeli, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa, 11 Juni  pukul 21.45 WIB. Ia sempat berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas. WN tak melawan saat dirinya ditangkap.

Dari hasil penangkapan tersebut polisi telah menyita tiga telefon seluler, dua sim card, satu buah KTP, dan satu buah kartu ATM. WN terjerat sejumlah pasal seperti Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No 1 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP. Ia dijerat hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 750 juta.

Kasus server KPU disetting sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh beberapa orang. Mereka bernasib sama dengan WN karena tidak dapat membuktikan kebenaran tersebut. Adapun orang yang ditangkap adalah tersangka EW pada Sabtu, 6 April 2019 di Ciracas, Jakarta Timur. Ia menyebutkan bila server KPU dikendalikan dari Singapura.

Begitu juga dengan RD yang ditangkap di Bandar Lampung, satu hari setelah penangkapan EW. RD mengunggah informasi server KPU disetting ke media sosial seperti facebook, twitter hingga instagram.***

 

Bagikan: