Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Berbuat Cabul Terhadap Siswi, Tiga Guru Terancam Dipenjara

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM

SERANG, (PR).- Tiga oknum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, terancam harus merasakan dinginnya penjara. Mereka, dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, setelah diduga tega melakukan pencabulan kepada tiga siswa perempuannya sendiri, Senin 17 Juni 2019.

"Ya, sampai hari ini (kemarin) sudah ada 3 orang yang membuat laporan terkait dugaan pencabulan," kata Kasatreskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Chandra Babega saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telefon seluler.

Diketahui, 3 orang siswi salah satu SMP Negeri di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang diduga menjadi korban pencabulan oleh tiga orang oknum gurunya. Bahkan satu dari tiga orang korban tersebut saat ini sedang hamil 4 bulan.

Peristiwa tragis ini terungkap, setelah seorang korban sebut saja Bunga (nama samaran), melaporkan kejadian biadab tersebut kepada petugas kepolisian. Bocah di bawah umur tersebut, diduga telah menjadi korban nafsu birahi guru sekolahnya sendiri yang berinisial OM.

Dari keterangan Bunga, OM secara paksa melampiaskan nafsu birahinya di ruang laboratorium sekolah pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00. Saat itu, semua siswa di sekolah tersebut sedang menikmati waktu jam istirahat.

Tunggu hasil visum

Berdasarkan laporan Bunga, satu persatu peristiwa biadab itu pun mulai terungkap. Dua rekannya, Melati dan Mawar, ternyata ikut menjadi korban nafsu birahi dua guru lainnya berinisial DS dan AS dalam waktu bersamaan. Ketiga bocah perempuan yang seharusnya bisa menikmati waktu mudanya, kini harus menanggung perbuatan biadab dari tiga oknum guru di sekolah tersebut.

"Kita masih rampungkan proses penyelidikan. Kami masih mengumpulkan barang bukti untuk memperkuat kasus tersebut, kami juga masih mintai keterangan saksi-saksi di lapangan. Ada saksi lain tapi kurang kuat, hanya dari perkataan saja," ujar Babega kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Selain memeriksa saksi, penyidik, kata Babega, juga masih menunggu hasil visum korban yang telah melapor. Meski begitu, pihaknya memastikan akan terus mengembangkan kasus tersebut sesuai dengan keterangan korban. "Kita nunggu hasil visum 2 sampai 3 hari. Memang ada perlakuan, kalau luka robeknya (alat vital) luka lama," tuturnya.

Lebih lanjut, David mengungkapkan penyidik juga telah melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, diperoleh informasi jika ke tiga korban pencabulan itu memiliki hubungan khusus selain berstatus sebagai murid dan guru. "Ada lidik di lapangan. Ada semacam hubungan si korban dengan calon pelaku. Mereka punya riwayat pacaran," katanya.

Meski sudah melakukan pemeriksaan korban maupun saksi, David mengaku belum bisa menetapkan ketigasnya sebagai tersangka. Sebab, hingga kini bukti-bukti yang dimiliki kepolisian belum bisa menjerat ketiga oknum guru tersebut. "Penetapan tersangka belum, karena dasarnya harus kuat. Jadi, kami enggak bisa asal menetapkan tersangka," katanya.***

Bagikan: