Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Angin Kencang Bisa Membahayakan

Wilujeng Kharisma

ILUSTRASI angin kencang.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI angin kencang.*/DOK. KABAR BANTEN

GUNUNGKIDUL, (PR).- Angin kencang melanda kawasan pantai selatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengancam keselamatan nelayan yang melaut menangkap ikan. 

Koordinator SAR Linmas Korwil II Baron Marjono di Gunung Kidul, Senin 17 Juni 2019 mengatakan aktivitas pengunjung nelayan di pantai selatan Gunung Kidul kini sudah mulai normal kembali setelah beberapa hari ada gelombang tinggi.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi ada kenaikan gelombang."Setelah gelombang tinggi, di pesisir selatan ada ke tiupan angin kencang yang sama bahayanya," kata Marjono.

Disinggung mengenai potensi ancaman gelombang dalam sepekan kedepan, pihaknya mengaku belum ada peringatan dini dari BMKG. Itu artinya, ombak pantai bersahabat di bawah ketinggian 3 meter.

“Sejumlah nelayan mulai beraktivitas melaut. Meski demikian kami mengimbau baik kepada nelayan maupun pengunjung agar hati-hati,” ucapnya.

Mencegah terjadinya kecelakaan laut, kata dia, Tim SAR menyiapkan 57 personel untuk mengamankan kawasan di sepanjang pantai selatan. Tim SAR disebar ke 18 titik pantai dari Pantai Pok Tunggal hingga Pantai Gesing. Pengawasan ekstra dilakukan di pantai Baron, menyusul beberpa waktu terakhir banyak terjadi laka laut.

“Kepada pengunjung kami terus mengingatkan agar mengindahkan imbauan Tim SAR. Rambu larangan berteduh dibawah tebing hendaknya dipatuhi demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Tanjungsari, Suraji mengatakan sejak kemarin nelayan mulai melaut. Hanya saja, tidak berlangsung lama karena angin berhembus cukup kencang.

“Hanya sebentar melaut. Nelayan berangkat sekitar 03.00 WIB sampai 09.00 WIB sudah mendarat. Hasilnya cukup lumayan," katanya.

Saat ini, gelombang memang bersahabat namun angin bertiup kencang sehingga berpotensi membahayakan keselamatan. Meskipun ada yang melaut namun tidak semua karena hanya sebagian. "Angin bertiup kencang, termasuk nekat kalau berani melaut," tuturnya.***
 

Bagikan: