Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Puluhan Bangkai Ayam di Sungai, Baunya Mengganggu Warga

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi bangkai ayam.*/ANTARA
FOTO ilustrasi bangkai ayam.*/ANTARA

PANDEGLANG, (PR).- Sejumlah warga Kampung Cikeusik Desa Cikeusik Kecamatan Cikeusik mengeluhkan bau puluhan kilo bangkai ayam yang dibuang sembarangan di sungai kering, Minggu 16 Juni 2019.

Dari informasi yang dihimpun Kabar Banten, jumlah bangkai ayam yang dibuang tersebut diperkirakan sudah beberapa hari lalu oleh pengusaha ayam, dan saat ini warga mengeluhkan bau yang sangat menyengat.

Salah seorang warga, Iman Hermawan mengatakan, dirinya menyayangkan perilaku pengusaha ayam potong yang membuang bangkai ayam sembarangan. Dia tidak melihat dampak yang ditimbulkan dari perilaku tersebut yang menimbulkan penyakit.

"Iya ada yang membuang bangkai ayam sembarangan, pastinya merugikan masyarakat setempat dan masyarakat yang melintas. Apalagi Cikeusik posisinya sangat strategis banyak orang hilir mudik di tempat ini. Intansi pusat pemerintahan ada di sini semua, seperti kantor kecamatan, kantor puskesmas, kantor Desa cikeusik, Dinas Pendidikan. Ditambah lagi di kampung cikeusik ini sangat padat penduduk," ujarnya saat dihubungi melalui telefon selulernya.

Perihal perilaku tersebut, dirinya sudah mengadukan kepada Kepala Desa Cikeusik bahkan kepada Camat Cikeusik, agar melakukan tindakan tegas kepada penjual ayam potong tersebut. Meski demikian, belum ada tindakan.

"Padahal untuk pengelolaan sampah saja ada Perda Kabupaten Pandeglang Nomor 4 Tahun 2016 tentang pengelolaan sampah. Jangan sampai masyarakat bergerak sendiri melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Makan dan tidur pun kami terganggu dengan bau yang tidak sedap dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan penyakit berbahaya," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.

Iman mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan untuk mengurangi bau menyengat, dengan cara membakar bangkai ayam tersebut.

"Sudah kami coba bakar bangkai tersebut untuk mengurangi baunya tapi karena bangkai basah dan tidak terbakar semua baunya tetap sangat menyengat. Pemerintah harus tegas terhadap izin usaha ini karena merugikan banyak orang dan pencemaran lingungan. Standarisasinya harus sesuai perda dan izin amdal supaya masyarakat sekitar tidak dirugikan," ucapnya.

Sementara Camat Cikeusik, Dani Ramdani mengaku sudah menangani aduan dari warga tersebut. Bahkan, dia bersama kepala Desa sudah melakukan peneguran kepada pengusaha ayam potong itu.

"Sudah kita tangani oleh kepala desa dan pihak kecamatan, dan ada pemanggilan juga kepada pengusahanya. Itu kan hanya pengusaha ayam bukan peternakan, jadi kalau ada yang mati dibuang begitu saja," katanya.

Dia juga mengingatkan agar oknum pengusaha itu tidak lagi membuang bangkai ayam sembarangan. Apalagi sampai mencemari lingkungan.

"Sudah diberikan peringatan, kalau masih membandel terpaksa harus ditutup usahanya, dari pada diserang warga," ujarnya.***

Bagikan: