Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Kuasa Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin Siap Jawab Permohonan Prabowo-Sandi di MK

Muhammad Irfan
KETUA tim kuasa hukum pasangan capres dan cawapres 01, Yusril Ihza Mahendra (kiri) bersama Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani (kanan) memberikan keterangan pers terkait perkembangan Sidang PHPU Pilpres 2019 di Rumah Pemenangan Cemara, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.*/ANTARA
KETUA tim kuasa hukum pasangan capres dan cawapres 01, Yusril Ihza Mahendra (kiri) bersama Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani (kanan) memberikan keterangan pers terkait perkembangan Sidang PHPU Pilpres 2019 di Rumah Pemenangan Cemara, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pihak terkait dalam sidang sengketa Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019 telah siap memberikan jawaban atas segala permohonan yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi sebagai pemohon di sidang awal Mahkamah Konstitusi, Jumat, 14 Juni 2019 lalu. Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra mengatakan inti dari jawaban yang akan disampaikan besok adalah menyanggah apa yang disampaikan oleh kubu pemohon.

Menurut Yusril, meski pihaknya menjadi pihak terkait dan bukan termohon dalam sidang itu, tetapi kubu pemohon dalam permohonannya banyak ditujukan ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Padahal termohon dalam sidang ini adalah KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

"Jadi kami akan menjawab secara proporsional apa yang dikemukakan tim kuasa hukum pemohon dalam sidang lalu," kata Yusril di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.

Yusril tak merinci apa saja yang akan disampaikan nanti. Namun tentunya tim dia akan memohon MK untuk menerima seluruh eksepsi yang diajukan.

Dalam petitum yang akan disampaikan, pihaknya meminta MK tidak memeriksa, mengadili, dan memutus perkara yang dimohonkan atau menolak permohonan yang diajukan kuasa hukum Prabowo-Sandi.

"Petitum kami satu, menolak permohonan seluruhnya," ucap dia.

Dia juga kembali menyinggung ketidakonsistenan kubu Prabowo-Sandi yang membaca permohonan berbeda dengan yang diajukan pertama kali pada 24 Mei 2019. Menurut dia, ini menimbulkan kebingunanan. Kendati demikian, mengacu pada aturan main MK Yusril menyebut dalam menyusun jawaban pemohon.

"Kami anggap permohonan yang diregistrasi itu yang jadi titik tolak untuk kami jawab. Sedangkan yang diserahkan 10 Juni itu adalah yang diperbaharui," ucap dia.

Barang bukti mencengangkan

Sementara itu, anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Dorel Almir menyebut pihaknya siap membawa sejumlah alat bukti sengketa Pilpres 2019. Bukti yang dia ajukan bahkan akan diangkut oleh empat truk ke MK.

"Ini alat bukti C1 dari Kalimantan, Bali, Jogja, dan nanti akan menyusul bagian yang lain," kata Dorel.

Menurut Dorel ini melengkapi alat bukti yang telah diserahkan sebelumnya. Dia juga menambahkan kalau pihaknya masih bisa mengajukan alat bukti hingga akhir persidangan 24 Juni mendatang. Nantinya alat bukti itu akan disahkan oleh hakim saat sidang.

"Ada juga alat bukti yang cukup wah di awal persidangan nanti, akan ada juga alat bukti yang cukup mencengangkan," kata Dorel meski tak merinci bukti apa yang dia maksud.***

Bagikan: