Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Sekira 2 Jam Keluyuran, Ini Kronologi Pelesiran Setya Novanto Versi Ditjenpas

Yusuf Wijanarko
SETYA Novanto tertangkap kamera berada di toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat/DOK. PR
SETYA Novanto tertangkap kamera berada di toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan kronologi penyalahgunaan izin berobat narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto.

Saat diberikan izin berobat di Rumah Sakit Santosa Bandung, mantan Ketua DPR itu sempat pelesiran di salah satu toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat.

"Setya Novanto diduga telah menyalahgunakan izin berobat. Keberadaan Setya Novanto di salah satu toko bangunan di Padalarang merupakan tindakan melanggar tata tertib lapas/ rutan. Petugas pengawal telah diperiksa karena tidak menjalankan tugasnya sesuai standar operasional prosedur," kata Kepala Bagian Humas Ditjenpas Ade Kusmanto di Jakarta seperti dilaporkan Antara, Minggu 16 Juni 2019.

Ade menjelaskan, pada Senin 10 Juni 2019, dilaksanakan sidang tim pengamat pemasyarakatan untuk mengusulkan perawatan lanjutan di rumah sakit luar lapas, dalam hal ini di RS Santosa Bandung.

"Pada Selasa (11 Juni 2019), dengan pengawalan petugas lapas dan Kepolisian Sektor Arcamanik. Sekira pukul 10.23, Setya Novanto diberangkatan untuk menjalani perawatan di RS Santosa Bandung," kata Ade.

Pada hari yang sama, kata Ade, Setya Novanto tiba di RS Santosa Bandung pukul 10.41 dengan keluhan sakit tangan sebelah kiri tidak bisa digerakkan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Santosa, Setya Novanto menjalani perawatan rawat inap di lantai 8 kamar 851 RS Santosa," kata dia.

Selanjutnya pada Jumat 14 Juni 2019 pukul 14.22, dilaksanakan serah terima pengawalan di RS Santosa Bandung dari petugas atas nama FF ke petugas atas nama S berdasarkan surat perintah Kalapas No.W.11.PAS.PAS1.PK.01.04.02-4045.

"Pukul 14.42, Setya Novanto keluar ruang perawatan menuju lif menggunakan kursi roda didampingi keluarganya dan meminta izin untuk menyelesaikan administrasi rawat inap di lantai 3 RS Santosa," ujar Ade.

WARGA binaan kasus korupsi, Setya Novanto (tengah), mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat Idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 Juni 2019.  Setya Novanto adalah salah satu narapidana korupsi yang tidak mendapatkan remisi khusus Idulfitri.*/ANTARA FOTO

Kemudian pukul 14.50, pengawal atas nama S mengecek ke ruang administrasi bahwa ternyata Setya Novanto tidak ada di ruang administrasi.

"Pukul 17.43, Setya Novanto kembali ke RS Santosa dan pukul 19.45, pengawal atas nama S dan Setya Novanto tiba di Lapas Klas I Sukamiskin," ucap Ade.

Ia menyimpulkan bahwa benar Setya Novanto tidak ada di RS Santosa pukul 14.50 WIB sampai 17.43 WIB.

Pemindahan ke Rutan Gunung Sindur

Ade menyatakan, langkah-langkah yang telah dilakukan Ditjenpas yakni pertama, dilakukan pemeriksaan sementara terhadap petugas pengawal atas nama S oleh tim pemeriksa.

Kedua, dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang telah menyalahgunakan izin berobat oleh tim pemeriksa.

" Setya Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur. Pertimbangannya karena Rutan Gunung Sindur adalah rutan dengan pengamanan maksimun 'one man one cell' untuk teroris," kata Ade.

Penempatan itu bertujuan agar tidak terjadi pelanggaran tata tertib lapas/rutan yang dilakukan Setya Novanto.

"Selanjutnya, apakah Setya Novanto akan tetap menjalani pidana di Rutan Gunung Sindur atau tidak, menunggu hasil pemeriksaan tim Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat beserta tim dari Ditjenpas," ujar Ade.

Bagikan: