Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya cerah, 24.9 ° C

Masih Trauma Tsunami, Kunjungan ke Pantai Turun 60 Persen

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI trauma tsunami.*/DOK. PR
ILUSTRASI trauma tsunami.*/DOK. PR

SERANG, (KB).- Dinas Pariwisata Provinsi Banten mencatat, jumlah kunjungan wisatawan saat libur Hari Raya Idulfitri 2019 mengalami penurunan drastis dibanding tahun lalu. Penurunan ini, terjadi lantaran masyarakat masih takut untuk berpergian ke wilayah perairan Banten pasca-bencana tsunami Selat Sunda pada akhir 2018.

Kabid Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata Banten, Paundra Bayyu Ajie merinci, jumlah kunjungan wisatawan saat libur lebaran tahun ini ke sejumlah pantai di Banten hanya menembus angka 349.299 orang. Jumlah ini, turun hingga 60 persen dibanding tahun lalu yang hampir mencapai 1 juta kunjungan wisatawan.

“Tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan saat libur lebaran turun dibanding tahun lalu. Apalagi untuk daerah pantai yang kemarin terkena imbas tsunami,” katanya, Sabtu 15 Juni 2019.

Kendati demikian, Paundra menyebut kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata pantai yang tidak terkena dampak tsunami masih dipenuhi warga saat libur lebaran 2019. Khususnya, sejumlah pantai yang berada di wilayah Kabupaten Lebak seperti Pantai Bagedur dan Pantai Sawarna.

“Pantai wilayah selatan yang paling ramai dikunjungi sama masyarakat. Kemungkinan, masyarakat masih takut untuk pergi ke Carita dan Anyer, jadi memutuskan liburannya ke sana karena enggak terdampak. Apalagi, warga yang dari Bogor dan Sukabumi. Mereka utamanya memilih liburan di sana,” ujarnya.

Paundra pun optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pasca Tsunami Selat Sunda. Terlebih, dalam waktu dekat akan ada liburan bagi para pelajar di sekolah. Momentum itu, menurutnya, akan ikut mendorong geliat pariwisata pantai di Banten yang saat ini sudah aman untuk dikunjungi wisatawan. “Kami tetap optimis persentase tersebut akan ikut meningkat,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Ashok Kumar mengatakan, geliat industri perhotelan di wilayah perairan Banten semenjak Tsunami Selat Sunda belum menunjukan progres signifikan. Meskipun sejumlah pantai di Banten pada libur lebaran tahun ini masih menjadi primadona pilihan warga, namun hal itu belum mampu mengangkat sektor pemasukan terhadap tingkat hunian hotel.

"Belum jadi parameter kalau hanya kunjungan wisatawan ke pantai saja, parameternya tingkat hunian hotel. Apalagi, kemarin kan liburnya hanya 2 yang bisa dimanfaatkan setelah lebaran. Otomatis hotel juga sepi," kata Ashok kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Berdasarkandata yang ia himpun, tingkat hunian hotel di wilayah perairan Banten pada saat libur lebaran kemarin hanya berkisar di angka 35-40 persen. Pihaknya pun meminta pemerintah daerah agar lebih menggenjot lagi promosi pariwisata di Banten, mengingat dalam waktu dekat ada momen libur para pelajar sekolah.

"Harus ada peran dari pemerintah untuk meningkatkan geliat industri pariwisata di Banten, karena industri kan harus bayar pajak sama bayar karyawan. Selama tujuih bulan sejak tsunami, pemasukan hotel itu belum tercover. Maka, harus ada optimalisasi pemasaran dengan rutin mengggelar acara di wilayah yang terdampak tsunami. Rapat-rapat pemerintah juga mending diadakan di hotel, supaya bisa menggenjot lagi industrinya," ujarnya.***

Bagikan: