Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Di Kertajati, Belum Ada Hotel Berstandar Bandara untuk Crew

Tim Pikiran Rakyat
RUANG tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, belum lama ini.*/ANTARA
RUANG tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, belum lama ini.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Suasana di kawasan terminal Bandara Internasional Jawa Barat pada Minggu 16 Juni 2019 tampak seperti hari-hari biasanya. Tidak ada aktivitas apalagi kesibukan yang terjadi di sana. Yang ada hanya masyarakat biasa yang ingin mengetahui keberadaan bandara.

Selain itu, ada petugas kebersihan yang terus hilir mudik mengangkut kantung-kantung sampah bekas para pengunjung. Tenant yang ada hanya melayani beberapa pembeli, malah ada yang cenderung sepi tak ada yang duduk.

Tenaga operasional berbaju merah sebagian duduk santai sambil memainkan telefon genggamnya. Demikian halnya dengan para petugas jasa pengiriman paket “Lintas Suttle “ yang ada di dalam terminal juga tampak duduk santai tidak ada aktivitas kecuali mereka memegang telpon genggam sambil menghadapi komputer masing-masing.

Beberapa ATM yang dipasang di dua tempat juga tampak tidak ada yang memanfaatkan, malah tempat penukaran uang yang disediakan dua buah bank, BRI dan BJB juga tutup. Yang beroperasi hanya dua ATM dekat kantin. ATM tersebut sesekali menjadi mainan anak-anak yang tampak memijit-mijit angka.

Eskalator tetap mati seperti biasanya. Toilet juga hanya dua yang dipergunakan, semua toilet jongkok. Selain itu, satu keran yang difungsikan dari sekian banyak kran yang ada. Mungkin salah satu pekerja yang sibuk adalah petugas kebersihan di toilet, karena banyaknya orang yang keluar masuk dengan kondisi sandal dan sepatu yang kotor.

“Yang lain nggak dipakai, karena banyak yang tidak bisa mengoperasikannya, setelah ditinggal sering kotor tidak dibersihkan, jadi yang dipakai terpaksa toilet jongkok karena mereka yang ini yang bisa, kalau mau yang ini silahkan pakai, saya buka,” kata salah seorang petugas sambil menunjuk toilet duduk.

Sedangkan Alek petugas pembuang sampah menyebutkan, saat hari libur Sabtu dan Minggu produksi  sampah bisa mencapai 25 karung. Sedangkan hari biasa hanya belasan karung.

Berdasarkan laporan Tati Purnawati wartawan Kabar Cirebon, hampir di tiap lantai masih tampak sepi, tidak ada aktivitas yang menunjukkan bandara segera beroperasi.

Yang tampak siap menyambut beroperasinya bandara adalah keberadaan burung merak yang dulu sempat d tarik  karena biaya operasional yang tinggi. Kini tiga merak kembali ada di kandang dan menjadi tontonan pengunjung bandara.

Belum jelas

Manajemen AP II Rezy Pratama saat dimintai keterangannya mengenai kapan efektifnya penerbangan dari Kertajati setelah adanya pemindahan penerbangan dari bandara Husein Sastranegara ke BIJB, mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Surat dari Dirjen Kementerian perhubungan Udara memang sudah ada per 13 Juni, hanya efektifnya kan belum diketahui,” ungkapnya.

Menurutnya ada dua maskapai yang sudah mengajukan slot, yakni Air Asia dan Lion Air tujuannya Denpasar, Surabaya, dan Kualanamu. Hanya izin rute yang belum keluar, namun demikian proses sudah ditempuh mereka.

Bahkan sejumlah maskapai serta pihak Dirjen Kementerian Perhubungan Udara sudah mulai melakukan cek lokasi termasuk melakukan pengecekan terhadap tenant dan hotel yang bisa mereka pergunakan.

“Kalau tenant kan penting harus ada, penyediaan makanan utamanya untuk mereka yang baru datang melakukan penerbangan atau berangkat. Mereka kemungkinan saja tidak sempat sarapan atau makan, sehingga keberadaan tenant ini mutlak harus ada. Yang tersedia sekarang tidak memenuhi standar bandara. Namun demikian penyediaan tenant ini kewenangan BIJB bukan AP II ,” kata Rezy.

Demikian juga dengan hotel untuk para crew maskapai, sementara ini keungkinan akan menggunakan hotel yang ada di Cirebon. Karena standar crew maskapai berbeda-beda.

“Jarak tempuh dari Cirebok ke sini (Kertajati) sekitar satu jam),” katanya.

Dia juga menyebutkan belakangan sejak adanya rencana pengalihan rute penerbangan dari DBO-KJT sudah banyak kelompok yang datang melakukan cross check  ke Kertajati. Pada umumnya menurut Rezy mereka kagum dengan kemegahan dan luasnya bandara serta gaya arsitekturnya yang megah dan indah.

Menurut Rezy, lagi-lagi mereka mengeluhkan akses jalan yang jauh dengan jarak tempuh yang lama. Terkecuali jika Cisumdawu selesai dibangun.

“Mudah-mudahan Air Asia 30 Juni sudah bisa mulai beroperasi,” katanya.***

 

 

 

 

 

Bagikan: