Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 16.1 ° C

Sampah Semakin Menumpuk di Perumahan

Erwin Kustiman
ILUSTRASI armada pengangkut sampah.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI armada pengangkut sampah.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang belum mampu menangani pengangkutan sampah di Kota Serang. Setiap harinya, volume sampah di Kota Serang sebanyak 600 kubik. Sedangkan DLH hanya mampu mengangkut 320 kubik.

Sehingga, rasio sampah yang tertangani hanya berada di angka 53,3 persen. Dengan sisa sampah sebanyak 280 kubik yang belum bisa terangkut. Tentu ini dapat menimbulkan penumpukan sampah yang terjadi di beberapa titik di Kota Serang. Seperti yang berada di jalan komplek dan perumahan.

Sekretaris DLH Kota Serang Tendian mengatakan, hal tersebut disebabkan karena kurangnya ketersediaan truk sampah yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Sebab, kebutuhan truk sampah yang seharusnya adalah 60 unit. Sedangkan, saat ini pihaknya hanya memiliki 29 unit. Maka, jumlah ini jauh dari kata ideal.

"Kami saat ini hanya memiliki 29 truk sampah yang tersedia untuk mengangkut sampah. Sedangkan idealnya itu 60 truk sampah. Sehingga sampah tidak dapat tertangani secara keseluruhan. Jadi di tahun ini, Insya Allah akan ada tambahan armada atau truk sampah," ujarnya, Jumat 14 Juni 2019. 

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengadaan 4 truk sampah di tahun ini, untuk meningkatkan rasio sampah tertangani. "Oleh karena itu, kami juga sedang melakukan lelang untuk pengadaan 4 truk sampah. Sekarang ini sedang dalam proses," katanya.

Meningkat 10 persen

Tendian juga menuturkan, di tahun ini pihaknya menargetkan kenaikan rasio tertangani meningkat sebesar 10 persen dari tahun lalu. Namun, jika dibandingkan dengan target tahun lalu, saat ini hanya mengalami kenaikan sebesar 4,02 persen, dari yang sebelumnya sebesar 49,31 persen. 

"Untuk rasio yang tertangani, sebenarnya target kami setiap tahunnya itu meningkat sekitar 10 persen. Sehingga nanti pada tahun 2025 sudah zero waste (tanpa sampah). Karena kami juga ada beberapa inovasi untuk penanganan sampah ini agar bisa dimanfaatkan," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Selain penambahan truk sampah, pihaknya juga saat ini sedang mengajukan penambahan petugas atau pasukan oranye untuk di Kota Serang. Kemudian, ia juga berencana untuk pembentukan tim pengawas sampah disetiap kelurahan. Ini merupakan salah satu cara dalam menangani permasalahan sampah tersebut. 

"Seperti yang pernah disampaikan, kalau kami akan membentuk tim pengawas, untuk mengawasi sampah yang ada di setiap kelurahan. Jadi kami dapat menganalisa, bagaimana masyarakat dalam menyikapi sampah dengan mudah. Jadi lebih terkoordinasi," ucapnya.

Ia juga menjelaskan anggaran terkait penanganan sampah di Kota Serang. Tendian mengatakan, dari Rp 32 miliar, hampir 60 persennya digunakan untuk pengadaan sarana dan operasional penanganan sampah. "Maka, jika dikonversi, sekitar Rp 20,4 miliar digelontorkan untuk penanganan sampah," katanya.

Sedangkan untuk serapan anggaran, ia mengatakan, kalau pihaknya cukup baik dalam menangani persoalan sampah tersebut. Sehingga kini penumpukan sampah liar sudah mulai berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Untuk data lengkapnya saya belum tau pasti. Tapi berdasarkan laporan persentasi, anggaran yang telah diserap telah diserap dengan baik," ujarnya.***

Bagikan: