Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 20.1 ° C

Kapolri Persilakan Anggotanya Maju di Bursa Pimpinan KPK

Puga Hilal Baihaqie
KAPOLRI Jenderal Polisi Tito Karnavian, beberapa waktu lalu.*/MUHAMMAD ASHARI/PR
KAPOLRI Jenderal Polisi Tito Karnavian, beberapa waktu lalu.*/MUHAMMAD ASHARI/PR

JAKARTA, (PR).- Sejumlah perwira Polri sudah ada yang mengajukan diri untuk maju sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa bakti 2019-2023. Pembukaan pendaftaran baru akan dimulai 17 Juni dan berakhir pada 4 Juli 2019.

“Sudah ada beberapa nama, kalau tidak salah ada delapan orang yang menyampaikan keinginan mendaftar di KPK. Mereka sudah mengajukan melalui SDM (Sumberdaya Manusia) Polri,” ujar Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian di Jakarta, Kamis 13 Juni 2019.

Selanjutnya Kapolri juga menyampaikan pihaknya berupaya memberikan perwira-perwira terbaiknya untuk berkesempatan mendapatkankan diri menjadi komisioner KPK. Meski demikian pihaknya juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anggota Polri lainnya yang memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi.

Mereka yang berkesempatan maju menjadi pimpinan KPK harus memiliki rekam jejak yang baik, serta kemampuan yang mumpuni dalam bidang serse dan penanganan korupsi. Selain itu tentunya harus memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik.

Dalam kesempatan tersebut Tito menyampaikan bila pihaknya tidak akan ikut campur terhadap anggotanya yang sudah masuk menjadi anggota KPK. Polri menghormati kewenangan KPK termasuk bagi anggota Polri yang sudah resmi berada di KPK. Apalagi Polri dan KPK memiliki aturan tersendiri dalam menangani perkara.

Hanya saja Polri akan ikut membantu anggota Polri yang berkarier baik di KPK dengan memberikan kesempatan untuk kenaikan pangkat dan jenjang karier, bilamana mereka kembali lagi ke kepolisian. Termasuk kesempatan mendapatkan pendidikan di Polri bilamana tugas di KPK telah selesai.

“Itupun bila di KPK-nya menunjukan prestasi. Kalau tidak, ya mereka juga tidak mendapatkan promosi. Sama halnya dengan yang berkarier di internal kepolisian kesempatan untuk meraih pangkat lebih tinggi bisa didapatkan bila berpestasi,” ujarnya.

Selain itu dari pengalaman sebelumnya banyak anggota Polri yang masuk ke KPK mulai dari penyidik, divisi tertentu hingga beberapa kali ada yang masuk sampai komisioner KPK menunjukkan prestasi yang membangkan. Tito menepis anggapan adanya benturan kepentingan bila anggota Polri berada di KPK. Menurutnya setelah berada di KPK maka aturan dari lembaga tersebut yang harus diikuti oleh siapapun yang masuk ke dalam KPK termasuk dari institusi kepolisian.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Jilid V, Yenti Garnasih belum mengetahui peserta yang akan mendaftar termasuk dari kepolisian mengingat proses pendataran belum dimulai. Ia mengatakan kedatangannya ke Mabes Polri untuk berbicara dengan Kapolri agar pimpinan Bhayangkara tersebut mendorong dan memberikan dukungan bagi anggotanya yang akan maju menjadi pimpinan KPK.

“Kapolri menyambut baik kedatangan Pansel Calon Pimpinan KPK. Ia berharap dengan adanya anggota Polri yang masuk dalam pimpinan KPK, sinergitas dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi bisa lebih baik," ujar Yenti.

Selain itu ia juga menyampaikan sangat wajar bila ada anggota Polri yang masuk menjadi pimpinan KPK. Sebab lembaga antirasuah itu berasal dari unsur pemerintah seperti kepolisian dan kejaksaan serta unsur masyarakat seperti akademisi dan praktisi.***

Bagikan: