Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Polisi Nekat, tidak Masuk Kerja Selama Satu Bulan

Tim Pikiran Rakyat
POLDA Banten menggelar upacara pemberhentian secara tidak hormat terhadap kedua anggota kepolisian Briptu Hendra Gunawan dan Bripda Khairul Anwar di halaman Mapolda Banten, Rabu 12 Juni 2019.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN
POLDA Banten menggelar upacara pemberhentian secara tidak hormat terhadap kedua anggota kepolisian Briptu Hendra Gunawan dan Bripda Khairul Anwar di halaman Mapolda Banten, Rabu 12 Juni 2019.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Polda Banten memberikan sanksi pemecatan secara tidak hormat kepada dua anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran disersi atau tidak masuk kerja dalam waktu yang lama (satu bulan). Pemecatan itu, dilakukan dalam upacara pemberhentian tidak dengan hormat di halaman Mapolda Banten, Rabu 12 Juni 2019.

Informasi yang diperoleh wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi, kedua anggota polisi yang mendapatkan sanksi pemecatan itu adalah Briptu Hendra Gunawan dan Bripda Khairul Anwar. Briptu Hendra sebelumnya tercatat berstatus sebagai bintara di Satuan Sabhara Polresta Tangerang dan Bripda Hendra merupakan Yanma Polda Banten.

"Hari ini (kemarin), Polda Banten memberikan sanksi tegas kepada dua anggota kami yang sudah melakukan pelanggaran tidak pernah masuk kerja selama 30 hari," kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan telefon seluler.

Edy menjelaskan, pemecatan tidak hormat kepada Briptu Hendra diatur dalam Keputusan Kapolda Banten Nomor : KEP/ 239 / IV / 2019 tertanggal 4 April 2019. Begitu juga Bripda Khairul Anwar, dia dipecat secara tidak hormat berdasarkan Keputusan Kapolda Banten Nomor : KEP/ 238 / IV / 2019 tanggal 4 April 2019.

Dalam keputusan tersebut, dijelaskan bahwa kedua anggota kepolisian itu dinyatakab melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) yakni meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Keduanya pun kini sudah resmi dicopot dari statusnya sebagai anggota Polri.

"Sanksi administratif berupa rekomendasi PTDH ini diberikan karena yang bersangkutan melanggar Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dengan meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut," ujarnya.

Diketahui, upacara pemberhentian tidak dengan hormat terhadap dua anggota kepolisian itu dipimpin oleh Inspektur Upacara Irwasda Polda Banten. Keduanya juga turut dihadirkan dalam prosesi tersebut, sebelum mereka resmi menanggalkan baju kedinasannya.***
 

Bagikan: