Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Wiranto: Keterangan Polisi akan Menjelaskan Persoalan Kerusuhan 22 Mei

Muhammad Ashari
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Rabu, 16 Juni 2019.*/MUHAMMAD ASHARI/PR
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Rabu, 16 Juni 2019.*/MUHAMMAD ASHARI/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, penjelasan dari polisi mengenai tersangka KZ dan HM akan memperjelas persoalan seputar kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Penyelidikan dan penyidikan dikatakannya masih akan terus berkembang. 

Menurut Wiranto, pengembangan dan pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian akan tetap berjalan untuk melihat kaitannya dengan masalah kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu. "Paling tidak tiga hal menjadi jelas (dari paparan polisi), yakni masalah kerusuhan 21-22 Mei, masalah senjata ilegal yang dikuasai dan dimiliki oleh saudara Soenarko, lalu adanya satu senjata ilegal yang ada hubungannya dengan rencana pembunuhan 5 tokoh. Itu kemarin kan sudah kita beberkan ke masyarakat. Memang belum selesai. Namanya saja masih proses hukum. Masih perlu pendalaman dan pengembangan," katanya di Istana Kepresidenan, Rabu, 12 Mei 2019.

Ia mengharapkan masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan polisi. Penyelidikan tersebut  dikatakannya memakan waktu karena proses hukum yang tengah berjalan memerlukan pembuktian dan kesaksian lebih lanjut. 

Kesaksian

Wiranto kemudian menyoroti KZ  yang dijadikan tersangka oleh polisi. Menurutnya, sudah ada 4 kesaksian yang mengerucut kepada KZ. Kesaksian itu menyebutkan adanya suatu perintah, penentuan target dan perintah untuk melaksanakan ekseksusi kepada 4 sampai 5 tokoh dari KZ. Menurut Wiranto, kesaksian tersebut berdasarkan pengakuan yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan. 

Menurut Wiranto, kesaksian-kesaksian itu merupakan testimoni yang disumpah. Bukan juga karangan pemerintah. Kesaksian tersebut tentunya akan diuji lagi dalam proses pengadilan. Namun, ia meyakini bila kesaksian itu benar. "Paling tidak dengan adanya 4 kesaksian yang mengerucut kepada figur yang satu, itu sangat boleh jadi, itu semua akan benar adanya," ujar dia. 

Wiranto kembali menekankan bila penjelasan dari polisi tersebut akan membantah isu-isu tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat. "Jadi, paling tidak kan sudah bisa menetralisir (isu) bahwa Wiranto lebay, itu karangan pemerintah, kalangan aparat keamanan, mencari popularitas. Saya tidak bicara apa-apa (tentang isu tersebut). Biasa saja. Hasil penyelidikan yang bicara itu," kata Wiranto. 

Korban jiwa

Wiranto juga kemudian menyoroti soal jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ia menekankan bila korban jiwa jatuh bukan ketika demonstrasi damai yang berlangsung di depan gedung Bawaslu. Menurutnya, demo di depan Bawaslu berlangsung damai. Antara aparat kepolisian dan pendemo pun dikatakannya ada yang buka puasa dan solat bersama pada saat peristiwa. 

Menurutnya, masalah timbul ketika demonstrasi itu menjadi kaum perusuh yang menyerang petugas. Korban jiwa jatuh juga dikatakannya bukan di lokasi demo di Bawaslu. Korban jiwa jatuh, kata Wiranto, ketika ada penyerbuan kaum perusuh ke wilayah Petamburan dimana di situ terdapat peristiwa penyerbuan asrama polisi dan pembakaran pos polisi. 

"Nah, korban inilah yang sedang kita dalami. Siapa yang menembak dan tembakan dari mana? Bisa jadi, tembakan itu muncul dari yang tidak bertuan karena malam hari menyerang seperti itu. Tapi, kalaupun aparat keamanan menggunakan senjata karena bertahan gimana, asramanya ada anak-anak, ada istri," ujarnya. 

Wiranto kemudian menekankan bila penyerangan asrama polisi itu bukan bagian massa demonstrasi yang bermula di depan gedung Bawaslu. Menurutnya, penyerang itu adalah perusuh. "Yang menyerang itu bukan demonstrasi. Itu perusuh. Ini dulu. Kita dudukkan permasalahannya supaya tidak simpang siur," tuturnya.***

Bagikan: