Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 19.1 ° C

Polisi Masih Selidiki Dalang Utama Kerusuhan 22 Mei

Muhammad Ashari
MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berjalan untuk memberikan keterangan kepada media di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Wiranto menyatakan pihaknya akan menjelaskan secara detil perihal penangkapan sejumlah tokoh yang diduga terkait kerusuhan 21-22 Mei lalu pada Selasa 11 Juni 2019. */ANTARA
MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berjalan untuk memberikan keterangan kepada media di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Wiranto menyatakan pihaknya akan menjelaskan secara detil perihal penangkapan sejumlah tokoh yang diduga terkait kerusuhan 21-22 Mei lalu pada Selasa 11 Juni 2019. */ANTARA

JAKARTA, (PR).- Paparan kepolisian mengenai tersangka KZ dan HM baru sebatas penelusuran atas asal-usul senjata. Penyelidikan masih akan dilakukan untuk menemukan tokoh utama di baliknya.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, paparan yang dilakukan oleh kepolisian menunjukkan bagaimana masyarakat diberi akses seluas-luasnya mengenai peristiwa di seputar kerusuhan 21-22 Mei 2019. Paparan itu juga menunjukkan bila tidak ada rekayasa tertentu dari pemerintah.

“Cerita itu, cerita dari orang-orang yang diperiksa dalam sebuah proses penyidikan. Jadi mana bisa orang itu cerita ngarang-ngarang saja. Ini berkaitan dengan pidana. Jangan main-main,” tuturnya di Kantor Staf Presiden, Rabu, 12 Juni 2019.

Ia mengatakan, seiring proses hukum yang telah berjalan, akan ketahuan siapa tokoh sesungguhnya. Paparan kepolisian kemarin menurut dia, baru sebatas menelusuri asal-usul senjata. Penyelidikan selanjutnya akan maju lagi menyasar tokoh yang berada di baliknya. Ia mengutarakan kemungkinan bisa saja ada tokoh lain yang berada di atas KZ.

“Jadi, kemarin belum sampai ke dalang kerusuhannya. Kemarin lebih mengungkap asal-usul senjata dan mau dipakai apa senjata itu,” tuturnya. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, penjelasan dari polisi mengenai tersangka KZ dan HM akan memperjelas persoalan seputar kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Penyelidikan dan penyidikan dikatakannya masih akan terus berkembang.

Menurut Wiranto, pengembangan dan pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian akan tetap berjalan untuk melihat kaitannya dengan masalah kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Paling tidak tiga hal menjadi jelas (dari paparan polisi lalu), yakni masalah kerusuhan 21-22 Mei, masalah senjata ilegal yang dikuasai dan dimiliki oleh saudara Soenarko, lalu adanya satu senjata ilegal yang ada hubungannya dengan rencana pembunuhan 5 tokoh. Itu kemarin kan sudah kita beberkan ke masyarakat. Memang belum selesai. Namanya saja masih proses hukum. Masih perlu pendalaman dan pengembangan," katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (12/5/2019).

Ia mengharapkan masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan polisi. Penyelidikan tersebut  dikatakannya memakan waktu karena proses hukum yang tengah berjalan memerlukan pembuktian dan kesaksian lebih lanjut.

Kesaksian

Wiranto kemudian menyoroti KZ  yang dijadikan tersangka oleh polisi. Menurut dia, sudah ada 4 kesaksian yang mengerucut kepada KZ.

Kesaksian itu menyebutkan adanya suatu perintah, penentuan target dan perintah untuk melaksanakan ekseksusi kepada 4 sampai 5 tokoh dari KZ. Menurut Wiranto, kesaksian tersebut berdasarkan pengakuan yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan.

Wiranto menuturkan, kesaksian-kesaksian itu merupakan testimoni yang disumpah. Bukan juga karangan pemerintah. Kesaksian tersebut tentunya akan diuji lagi dalam proses pengadilan. Namun, ia meyakini bila kesaksian itu benar.

"Paling tidak dengan adanya 4 kesaksian yang mengerucut kepada figur yang satu, itu sangat boleh jadi, itu semua akan benar adanya," ujar dia.

Wiranto kembali menekankan bila penjelasan dari polisi tersebut akan membantah isu-isu tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat. "Jadi, paling tidak kan sudah bisa menetralisir (isu) bahwa Wiranto lebay, itu karangan pemerintah, kalangan aparat keamanan, mencari popularitas. Saya tidak bicara apa-apa (tentang isu tersebut). Biasa saja. Hasil penyelidikan yang bicara itu," kata Wiranto.***

Bagikan: