Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Polisi Segera Memanggil Letkol Purnawiran Fauka

Puga Hilal Baihaqie
ILUSTRASI kerusuhan 22 Mei 2019.*/ANTARA
ILUSTRASI kerusuhan 22 Mei 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Mantan anggota Tim Mawar Letnan Kolonel (Pur) Fauka Noor Farid akan segera dimintai keterangan terkait kerusuhan pasca pengumuman rekapitulasi Pilpres 2019. Ia diduga terlibat dalam pengerahan masa dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan Bawaslu RI pada 21-22 Mei 2019.  Dugaan keterlibatan itu diketahui setelah polisi menangkap enam aktor utama kerusuhan tersebut.

 “Dari enam itu salah seorang tersangka berinisial MN alias Kobra Hercules yang menyebutkan bila purnawiran berinisial F terlibat. Benar apa tidaknya keterangan yang disampaikan MN dalam berita acara pemeriksaan (BAP), tentunya akan diklarifikasikan dengan saudara F,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Muhammad Iqbal di Jakarta, Selasa 11 Juni 2019.

Penyidik kepolisian juga tidak akan gegabah mengaitkan keterlibatan Fauka dalam kasus kerusuhan meski namanya telah beberapa kali disebutkan. Saat ini tim investigasi khusus yang diketuai oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Moechgiyarto telah mencari fakta-fakta baru dan mendalami berbagai temuan terkait kerusuhan yang terjadi 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Tim sedang bekerja untuk merunutkan peristiwa sebelum kerusuhan hingga kerusuhan itu pecah. Selain itu Polri juga berjanji akan mengungkap kematian sembilan orang masyarakat sipil yang terjadi dalam peristiwa kerusuhan tersebut, termasuk adanya korban penembakan. Proses penyelidikan hingga penyidikan sedang berlangsung.

Selain itu polisi juga masih mendalami keterlibatan mobil ambulance bergambar Partai Gerindra yang diduga membawa logistik berupa benda-benda berbahaya untuk menyerang aparat kepolisian. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) ambulance yang diberangkatkan dari arah Jalan Wahid Hasyim pada  21 Mei 2019, ambulance tersebut juga diduga membagi-bagikan amplop kepada sejumlah perusuh. 

Menanggapi adanya keterlibatan Tim Mawar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam rilisnya meminta agar tidak menyebut-nyebut Tim Mawar dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019. “Tim Mawar tidak ada kaitannya dengan TNI sekarang, dulu memang bagian dari TNI, mereka sudah selesai, yang terlibat penculikan sudah dihukum. Sekarang sudah tidak ada lagi Tim Mawar di TNI, jadi jangan dikaitkan lagi dengan TNI,” ujarnya.  Selanjunya polisi lebih baik mengusut para pelaku kejahatan yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. *** 

 

 

Bagikan: