Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Bau Menyengat Melanda Cilodan, Warga Sering Muntah-muntah

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG warga Cilodan menutup bagian hidung dan mulut menggunakan masker. Warga setempat tengah diserang bau menyengat, diduga bau tersebut berasal dari salah satu industri di Ciwandan.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
SEORANG warga Cilodan menutup bagian hidung dan mulut menggunakan masker. Warga setempat tengah diserang bau menyengat, diduga bau tersebut berasal dari salah satu industri di Ciwandan.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Bau kimia menyengat tercium warga Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan. Bau ini telah muncul selama sepekan terakhir. Sebagian warga yang tak kuat dengan bau tersebut merasa pusing dan mual-mual.

Tidak diketahui asal bau menyengat tersebut. Warga hanya mampu menduga jika aroma ini berasal dari salah satu pabrik di wilayah Ciwandan. 

Mahris, salah satu warga Rt/Rw 16/05, Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, mengatakan jika bau menyengat tersebut tidak terus menerus tercium. Namun setiap kali muncul, masyarakat sekitar mengalami gangguan pernapasan, hingga menyebabkan muntah-muntah. "Baunya itu sangat menyengat, kadang muncul kadang hilang," katanya, Senin 10 Juni 2019.

Noviar, warga lain, juga mengeluhkan hal yang sama. Katanya, bau kimia menyengat itu mirip gas LPG bocor. "Baunya itu seperti gas. Kayaknya sih dari PT Chandra Asri, kan yang paling dekat lokasi warga," ujarnya.

Noviar khawatir jika bau menyengat ini akan semakin berdampak pada kesehatan masyarakat Cilodan. Seperti halnya yang terjadi pada masyarakat di sekitar PT Dover Chemical, Pulomerak. "Kami yang dewasa saja pusing, apalagi anak-anak. Makanya, kami khawatir, mulai waswas nih takut seperti kasus Dover," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Diketahui, Lingkungan Cilodan memang dekat dengan industri-industri kimia. Sebut saja PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), PT Panca Puri, PT Dongjin Indonesia, PT Nippon Shokubai Indonesia dan pabrik PT Selago Makmur Plantation.

Sementara itu, Community Relation PT CAP Wawan Mulyana, membantah jika bau menyengat tersebut berasal dari pabrik tersebut. Katanya, pihaknya telah melakukan pemeriksaan di seluruh bagian pabrik kimia tersebut. "Kami sudah cek di berbagai titik pabrik, itu tidak menunjukkan adanya kebocoran," ungkapnya.

Wawan pun mengatakan, bau tersebut diduga terbawa angin dari arah Kota Cilegon. Lantaran itulah, ia menegaskan jika PT CAP bukan pabrik yang menyebabkan munculnya bau menyengat. "Arah angin memang menentukan, menurut informasi bau itu kerap muncul ketika angin bertiup dari arah Kota Cilegon," katanya.***

Bagikan: