Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Banjir Rendam Samarinda Sejak Hari Kedua Lebaran

Advertorial
BANJIR merendam pemukiman padat penduduk di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda di Kalimantan Timur, sejak hari libur kedua Lebaran, Kamis 6 Juni 2019. */DOK ACT
BANJIR merendam pemukiman padat penduduk di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda di Kalimantan Timur, sejak hari libur kedua Lebaran, Kamis 6 Juni 2019. */DOK ACT

SAMARINDA,(PR).- Banjir merendam pemukiman padat penduduk di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda di Kalimantan Timur, sejak hari libur kedua Lebaran, Kamis 6 Juni 2019. Dilaporkan Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja serta Perumahan Griya Mukti di Kelurahan Gunung Lingai terendam banjir. Banjir ini terjadi usai hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir.

Nurani dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Kalimantan Timur Nurani mengatakan, sampai Minggu 9 Juni 2019 malam, ketinggian air semakin meningkat. Tingginya genangan ini juga dipengaruhi cuaca yang masih sering turun hujan. “Hingga pukul 21.30 WITA malam ini, ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan masyarakat dihimbau untuk segera mengevakuasi diri dan barang berharga mereka,” jelasnya, Minggu 9 Juni 2019.

Sampai Minggu ini, paling tidak lima desa terdampak banjir yang menggenangi sejak Kamis 6 Juni 2019 lalu. Kelurahan Sempaja Selatan, Temindung Permai, Bandaram Sidodadi serta Gunung Lingai. Lokasi-lokasi ini merupakan salah satu pemukiman padat penduduk di Samarinda.

Jhony selaku Lurah Gunung Lingai, saat memantau kondisi banjir bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia-ACT mengatakan, banjir di wilayahnya terparah ada di Perumahan Griya Mukti. Wilayah seluar 930 hektare area terendam banjir, akibatnya 700 kepala keluarga terdampak banjir. “Ada sekitar 2.300 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak hari raya Idulfitri kedua ini,” jelasnya.

Hingga saat ini, MRI Samarinda terus bersiaga di lokasi terdampak bersama tim pencarian dan penyelamatan gabungan. Sejak hari pertama banjir, relawan MRI terus berkoordinasi dengan petugas setempat serta mengevakuasi warga menggunakan sampan dan perahu karet yang tersedia. “Sebanyak 21 relawan bersiaga terus di lokasi-lokasi yang terdampak banjir ini, dikhawatirkan banjir semakin meluas mengingat air terus naik,” tambah Nurani.

Selain di Samarinda, tim MRI-ACT juga terus bersiaga di beberapa daerah lain di Indonesia yang di waktu bersamaan juga diterjang banjir. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan misalnya. Tim MRI terus bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan yang tak diinginkan dari banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Tanru Tedong setelah diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.***

Bagikan: