Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 23.2 ° C

Batal, Penerbangan Haji 2019 dari Bandara Kertajati

Novianti Nurulliah

ILUSTRASI Bandara Kertajati.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
ILUSTRASI Bandara Kertajati.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan informasi batalnya pemberangkatan maupun pemulangan sebagian jemaah haji asal Jawa Barat dari Bandara Internasional Kertajati tahun ini bukan karena masalah infrastruktur. Kementerian Agama memutuskan membatalkan penerbangan haji 2019 dari Bandara Kertajati, Majalengka karena terhambat urusan bilateral dengan Pemerintah Arab Saudi.

Untuk diketahui, sebelumnya Kepala Kanwil Kemenag Jabar Buchori mengatakan, selain asrama haji yang belum tersedia, fasilitas landasan pacu Bandara Kertajati juga belum memenuhi syarat untuk penerbangan pesawat berbadan lebar.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya memang belum mendapat laporan resmi terkait dengan pembatalan tersebut. Namun dia sudah mendapat informasi keputusan tersebut dikarenakan pihak Saudi Airlines keberatan karena kerumitan administarasi. Mereka sudah mempunyai kesepakatan dengan Bandara Soekarno Hatta.

"Jadi bukan infrastruktur karena ngapung kapan saja siap.Tapi info yang saya terima Saudi Airlines ini keukeuh dengan Bandara Soekarno Hatta karena sudah di sana lama, jadi ini bukan masalah infrastruktur tapi administrasi," ujar Ridwan pada wartawan usai memimpin rapat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 10 Juni 2019.

Terkait hal tersebut, Ridwan mengaku sebagai pemimpin pihaknya sudah mengupayakan agar pemberangkatan haji asal Jabar dari Bandara Internasioal Kertajati.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT BIJB MUhamad Singgih mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Kementrian Agama sebagai penyelenggara haji terkait pembatalan pemberangkatan haji dari Kertajati untuk tahun 2019 ini.

"Belum ada statemen resmi, berdasarkan informasi terakir dari kemenag bahwa untuk mengisi slot yang di arab itu butuh effort yang luar biasa. Di sana slot kedatangan tidak berubah hanya pemberangkatan dari Soekarno Hatta ke Kertajati tapi katanya belum konfirm," kata dia.

Menurut dia, dari sisi bandara pihaknya sudah sangat siap melayani pemberangkatan haji 2019. Di antaranya dengan terbitnya Aeronautical Information Publication (AIP) atau buku publikasi informasi navigasi penerbangan memantapkan bahwa landasan pacu (runway) Bandara Internasional Kertajati sudah bisa digunakan penerbangan jarak jauh.

"Proses perpanjangan runway dan segala persyaratan yang harus dipenuhi sudah dilakukan dari yang sebelumnya 2.500 menjadi 3.000 meter. AIP atau buku publikasi yang berisi informasi navigasi penerbangan telah diterbitkan tanggal 6 Juni," kata Singgih.

Runway efektif pada 18 Juli namun bisa digunakan sebelum waktu itu dengan pemberitahuan waktu pengoperasian lebih awal.

 

Soal asrama,kata dia, sudah ada solusi, termasuk dengan tempat yang harus full terisolasi. "Itu sudah ada solusinya kan penerbangan internasional belum berjalan jadi masalah cukai dan keimigrasian itu bisa diselesaikan di bandara bisa ekslusif, enggak masalah," ucap dia.

Dia menambahkan, kondisi pembatalan tersebut mriip dengan tahun lalu namun bedanya tahun ini runway sudah bisa digunakan.

Tahun 2020 siap

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan keputusan pembatalan tersebut usai rapat awal bersama Dirjen Pelayanan Haji dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat. Pada rapat tersebut disimpulkan penerbangan haji 2019 ini tidak dimungkinkan dari Kertajati.

 “Karena tidak dimungkinkan mengubah perjanjian birateral Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Menurut Iwa, pembatalan tersebut berhubungan dengan belum matangnya kesiapan asrama haji yang ditangani Kementerian Agama.

Meski demikian, kata Iwa pihaknya meminta agar Kementerian Agama memberikan penetapan agar penerbangan haji 2020 dilakukan di Kertajati. Penunjukan secara tertulis ini dinilai Pemprov Jabar merupakan komitmen dan keputusan resmi Kementerian Agama terkait pemberangkatan haji 2020.

Selain itu, Pemprov pun meminta Kementerian Agama juga memastikan akan menunjuk asrama haji di Indramayu di luar asrama haji Bekasi. “Pembangunan embarkasi haji dilakukan di Indramayu sudah diputuskan Menteri Agama,” ujarnya.***

Bagikan: