Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Waspada, Angin Kencang Diprediksi Terjadi Saat Arus Balik Lebaran 2019

Muhammad Irfan
Cuaca buruk/CANVA
Cuaca buruk/CANVA

JAKARTA, (PR).- Pemudik yang hendak melintasi atau kembali ke Jawa Barat diimbau mengantisipasi terjadinya angin kencang. Imbauan itu muncul berdasarkan keterangan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono R Prabowo terkait potensi cuaca buruk di sejumlah wilayah pada musim balik Lebaran 2019.

Menurut Mulyono, angin kencang diperkirakan akan terjadi pada periode 6 sampai 10 Juni 2019. Hal itu mengacu kepada indikasi fase basah dari aktivitas gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) yang dapat disertai dengan perlambatan angin, pembentukan pusaran dan belokan angin di beberapa wilayah di Indonesia.

“Agin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua,” kata dia, Kamis 6 Juni 2019.

Selain angin kencang, beberapa wilayah lain Indonesia juga diprediksi berpotensi mengalami cuaca buruk seperti hujan lebat. Hal itu diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Barat.

Cuaca buruk/CANVA

Hal yang sama juga diprediksi terjadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, serta Papua.

“Selama periode tersebut, diperkirakan terjadi peningkatan ketinggian gelombang hingga lebih dari 2,5 meter di beberapa perairan antara lain Samudera Hindia Barat Aceh hingga Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Selatan Banten, Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Selat Bali bagian Selatan, Laut Timor Selatan NTT, serta Laut Arafuru Barat hingga Timur,” ucap dia.

BMKG mengimabau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya cuaca buruk di sejumlah wilayah itu.

"Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi," tutur Mulyono.

Puncak arus balik lebaran diperkirakan terjadi pada 7-10 Juni 2019. Guna menghindari terjadinya penumpukan kendaraan, pemudik diimbau kembali ke Jakarta pada Jumat, 7 Juni 2019 lantaran periode arus balik lebih pendek dibandingkan periode arus mudik.***

Bagikan: