Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 30.7 ° C

Sebanyak 112.523 Narapidana Mendapat Remisi Idulfitri 1440 H, Penerima Terbanyak ada di Jawa Barat

Vebertina Manihuruk
EMPAT anak warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sukamiskin berjalan menuju masjid, di Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu, 29 Mei 2019. 133 anak warga binaan diusulkan terima remisi Idul Fitri 1440 H.*/ADE BAYU INDRA/PR
EMPAT anak warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sukamiskin berjalan menuju masjid, di Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu, 29 Mei 2019. 133 anak warga binaan diusulkan terima remisi Idul Fitri 1440 H.*/ADE BAYU INDRA/PR

JAKARTA, (PR).- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM memberikan pengurangan masa tahanan (remisi) hari Idulfitri kepada 112.523 orang narapidana beragama Islam. Penerima remisi terbanyak ada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

"Sebanyak 517 narapidana di antaranya dapat langsung bebas karena remisi khusus Idulfitri pada 5 Juni 2019," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Rabu, 5 Juni 2019, dilansir dari kantor berita Antara.

Pada Idulfitri tahun ini, ada tiga wilayah dengan jumlah penerima remisi terbesar. Ketiganya adalah Jawa Barat sebanyak 13.245 narapidana, disusul oleh Jawa Timur sebanyak 12.614 narapidana, dan Sumatera Utara dengan penerima remisi 12.595 narapidana.

"Ini adalah penghargaan bagi narapidana yang telah patuh pada aturan dan berkelakuan baik. Remisi khusus dalam rangka Idulfitri adalah hak narapidana dan anak beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya berkelakuan baik dan minimal telah menjalankan masa pembinaan selama enam bulan,” kata Sri Puguh.

Pemberian remisi diatur UU

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sesuai aturan UU. Peraturan itu tertuang dalam UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Remisi khusus Idulfitri diberikan kepada narapidana beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan negara (rutan).

Namun, narapidana yang termasuk dalam kategori PP No. 28 tahun 2006 dan PP No 99 tahun 2012 harus memenuhi syarat-syarat khusus tambahan. Mereka adalah narapidana yang melakukan tindak pidana korupsi, terorisme, narkotika, psikotropika, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi.

Direktur Bina Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Juanaedi, mengatakan bahwa pemberian remisi khusus Idulfitri 2019 diharapkan memotivasi narapidana untuk selalu berkelakuan baik. Mereka pun diharapkan mematuhi aturan yang ditetapkan di lapas atau rutan.

"Remisi diharapkan mampu mendorong sikap optimisme narapidana menjalani pidananya agar menyadari kesalahannya, tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum untuk kembali hidup di tengah masyarakat sebagai manusia mandiri yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat," kata Junaedi.***

Bagikan: