Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.1 ° C

Idulfitri 1 Syawal Jatuh pada Rabu 5 Juni 2019 Berdasarkan Perhitungan Lapan

Tim Pikiran Rakyat
Hilal/THEHOODWITCH
Hilal/THEHOODWITCH

BANDUNG, (PR).- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan menyampaikan bahwa menurut perhitungan astronomi, 1 Syawal 1440 H atau hari raya Idulfitri 2019 jatuh Rabu, 5 Juni 2019. Artinya, dengan jatuhnya Lebaran pada 5 Juni, umat muslim di Indonesia akan melaksanakan puasa Ramadan 30 hari.

"Perhitungan astronomi pada 29 Ramadan hari ini, bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Jadi, secara perhitungan, itu sudah bisa diperkirakan bahwa tidak mungkin ada rukhyatul hilal," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Senin 3 Juni 2019.

Kendati demikian, Thomas Djamaluddin menyebut, hasil sidang isbat harus mendengar terlebih dahulu laporan dari para pemantau hilal atau yang ada meski pemantau telah mengetahui posisi bulan.

"Tetapi nanti hasil sidang isbat tentu saja harus mendengar dulu laporan dari para perukhyat walaupun mereka sudah tahu posisi bulan sudah terbenam. Namun sesuai dengan keyakinan para perukhyat, harus dibuktikan dengan hasil rukhyat," ujarnya.

Sidang isbat Senin ini

Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal. Sidang isbat awal Syawal 1440 H akan digelar Senin, 3 Juni 2019.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan memimpin langsung sidang isbat. Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan 1 Syawal 1440 H.

"Sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta," kata Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin di Jakarta.

PENGAMATAN hilal/DOK. PR

Menurut Amin, sidang isbat akan dihadiri para duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Lapan, Badan Informasi Geospasial, Bosscha Institut Teknologi Bandung, Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

"Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menjelaskan, rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi.

Selepas Magrib, kata Agus, digelar sidang isbat secara tertutup yang dipimpin Menteri Agama. Dalam sidang tersebut, Direktur Urais dan Binsyar akan melaporkan hasil pemantauan hilal yang dilakukan di 105 lokasi di seluruh Indonesia.

“Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal,” katanya.***

Bagikan: