Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Kapal TNI Bantu Angkut Pemudik

Satrio Widianto
ILUSTRASI pemudik kapal laut.*/ PRFM
ILUSTRASI pemudik kapal laut.*/ PRFM

SURABAYA, (PR).- Sebanyak 989 pemudik diangkut menggunakan kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), KRI Makassar, dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin sore 3 Juni 2019. Sebelumnya, kapal itu berangkat dari pelabuhan Semayan, Balikpapan pada Sabtu sore 1 Juni 2019, dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Senin sore 3 Juni 2019.

Pengerahan kapal TNI AL dilakukan untuk membantu kelancaran arus mudik, dan mengantisipasi lonjakan penumpang kapal laut yang diprediksi mengalami peningkatan pada Lebaran tahun ini. Dengan bantuan kapal TNI ini diharapkan membantu mengangkut para pemudik yang tidak terangkut oleh kapal reguler.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi kerja sama yang dilakukan TNI AL, bersama Pelindo III dan Pelni yang membantu mengangkut para pemudik menggunakan kapal milik TNI AL.

“Terima kasih TNI AL, Pelindo III, dan Pelni atas kerja samanya. Saya mengapresiasi TNI AL sudah memberikan tiga kapal bantuan, satu dari Makassar ke Surabaya (Surabaya), satu dari Jakarta ke Pelabuhan Panjang Lampung, dan satu lagi di sekitar Pontianak. Saya pikir ini suatu kerja sama yang baik dan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” kata Menhub.

Menhub berharap kerja sama ini dapat semakin baik lagi di masa mendatang. Menurutnya ini menjadi salah satu opsi penyelesaian masalah mudik di sektor laut dan merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI Mintoro Yulianto menjelaskan hampir 1.000 pemudik yang diangkut dengan KRI Makassar ini.

“Total ada 989 penumpang (diangkut) dari Semayang Balikpapan menuju Surabaya. Ini semua berkat perhatian khusus dari Bapak Menhub, terutama adalah makan gratis, kemudian tempat akomodasi yang memadai dan cukup nyaman bagi masyarakat untuk mudik Lebaran 2019,” ungkap Mintoro.

Pada kesempatan yang sama Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan dan TNI AL yang telah menyelenggarakan mudik secara cuma-cuma dengan KRI Makassar. Fary menegaskan pihaknya fokus pada pelayanan transportasi laut. Oleh karena itu pihaknya mengimbau jumlah manifest termasuk ketersediaan alat keselamatan harus ada di semua kapal yang beroperasi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak juga mengapresiasi langkah Kemenhub dan TNI AL dalam upaya memfasilitasi mudik dengan KRI Makassar.  Emil mengatakan pihaknya bersama Pelindo III juga telah mempersiapkan ratusan armada bus ke sejumlah kota tujuan di Jawa Timur untuk mengangkut pemudik yang datang. ***

 

Bagikan: