Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

BPPT Harap e-Voting Diterapkan Mulai Pilkada 2020

Muhammad Irfan
Pemilu 2019.*/ANTARA
Pemilu 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Beratnya pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak secara manual membuat sejumlah pihak mulai menyarankan opsi pemilihan elektronik atau e-voting. Meski wacana ini masih terus dibahas, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) optimistis kalau langkah tersebut sudah bisa dilakukan tahun depan.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pihak sudah menguji coba penggunaan e-voting untuk pelaksanaan pemilu, baik pemilihan kepala daerah, caleg, maupun capres. Alasan ini pula yang meyakini pihaknya kalau e-voting bisa dilakukan segera.

"Kita mau target pilkada itu bisa kita laksanakan dengan metode e-voting," kata Hammam di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

Dengan sistem pemilihan berbasis teknologi informasi ini banyak keuntungan yang dapat diambil. Di antaranya menekan ongkos Pemilu yang selama ini diketahui bersama cukup tinggi. Sebab, dengan sistem ini penyelenggara tidak perlu lagi anggaran untuk mencetak surat suara.

"Karena kita tidak lagi mencetak surat suara. Dan kemudian kita juga tidak mencetak, kotak misalnya, kotak suara. Karena kita hanya punya cukup satu kertas suara untuk memasukkan yang kita sebut dengan paper trill, audit lock bahwa kita telah memilih dan bahwa itu adalah bukti kita telah memilih," ucap dia.

Modernisasi sistem penyelenggaraan pemilu melalui e-voting ini, menurut Hammam, dapat menjadi jawaban atas fenomena banyaknya petugas KPPS yang meninggal maupun sakit selama pelaksanaan Pemilu 2019. Dengan sistem e-voting, pemilu dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat serta tidak boros tenaga maupun biaya. 

“Karena proses penghitungannya tidak perlu bertahap di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi untuk mencapai ke tingkat nasional,” ucap dia.

Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa hasil penghitungan itu dapat segera ditabulasi secara nasional. Sistem ini juga dipastikan bisa mendapatkan proses penghitungan yang akurat dan cepat sehingga pemilu tidak akan menguras tenaga manusia.

“Ya seperti kejadian yang lalu ini, menyebabkan kelelahan sampai banyak yang sakit serta banyaknya sumber daya manusia yang harus dialokasikan untuk menyelenggarakan pemilu itu secara konvensional," ujarnya.***

Bagikan: