Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 20.1 ° C

Antisipasi Mudik, Pertamina Tingkatkan Produksi BBM

Eviyanti
PERTAMINA RU IV Cilacap.*/ EVIYANTI/PR
PERTAMINA RU IV Cilacap.*/ EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) untuk memasok kebutuhan  selama masa mudik dan balik Lebaran di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

General Manajer Pertamina RU IV Cilacap, Djoko Priyono, mengatakan produksi BBM dari kilang minyak di Cilacap untuk kebutuhan mudik dan balik Lebaran ditingkatkan sekitar 5 persen dari kondisi normal.

"Menghadapi masa mudik dan balik Lebaran Kilang Cilacap meningkatkan kapasitas produksi  sekitar 5 persen dari kondisi normal. Peningkatan produksi terutama pada BBM jenis gasoline," katanya Senin. 

Peningkatan produksi dilakukan pada BBM jenis gasoline seperti pertamax, melalui Proyek Pertamina Langit Biru Cilacap (PLBC) produksi kilang telah dimaksimalkan menjadi  300 barel per bulan. Saat ini Pertamina Cilacap sedang melakukan modifikasi kilang baru. Jika  beroperasi maka  total produksi  pertamax meningkat menjadi sekitar 680 barel per bulan.

Dia menjelaskan,  kilang Cilacap telah melakukan produksi secara maksimal sejak H-15 hingga H+15 setelah Lebaran. Saat ini stok BBM jenis pertamax dan premium cukup untuk memenuhi kebutuhan Jateng dan Jabar selama lima hari ke depan. Untuk avtur sekitar 150 hari, dan solar sekitar 50 hari, sedangkan stok bahan bakar gas berupa elpiji sekitar lima hari.

"Pertamina RU IV Cilacap maupun Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY masing-masing punya stok BBM yang setiap hari akan dipertahankan, dan pihaknya juga tetap berproduksi tiap hari," tambahnya.

Djoko memprediksi kenaikan kebutuhan selama mudik dan balik terbanyak di Jateng/DIY  mencapai 20 persen. "Wilayah Jateng /DIY selama libur Lebaran mengalami peningkatan paling tinggi dibanding daerah lain.  Berdasarkan pengalaman Lebaran tahun sebelumnya peningkatan permintaan mencapai 20 persen lebih tinggi dibandingkan daerah lain, sekitar 20 persen,'' jelasnya.

Ekspor avtur

Stok  avtur Pertamina RU IV Cilacap berlebih, pihaknya  akan meminta izin kepada pemerintah untuk melakukan ekspor avtur,  bahan bakar pesawat terbang  tersebut tidak terserap pasca penaikan harga tiket pesawat di dalam negeri.

Produksi avtur di Refinery Unit IV sekitar 1,7 juta barrel per bulan. Saat ini kami memiliki stok untuk kebutuhan avtur selama 150 hari ke depan atau setara dengan stok nasional selama 45 hari," kata Djoko. 

Sebelumnya, kata dia, produksi avtur di Pertamina RU IV Cilacap hanya sebesar 1,2 juta barel per bulan namun setelah dilakukan modifikasi kilang, produksi menjadi 1,7 juta barel per bulan.***

Bagikan: