Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Sebagian cerah, 26.8 ° C

Mako Brimob Watumas Kabupaten Banyumas Ditembaki

Eviyanti
PENJAGAAN  ketat di pintu gerbang  markas Brimob Watumas Purwokerto, pasca kejadian penembakan, Sabtu dini hari 25 Mei  2019.*/ EVIYANTI/PR
PENJAGAAN ketat di pintu gerbang markas Brimob Watumas Purwokerto, pasca kejadian penembakan, Sabtu dini hari 25 Mei 2019.*/ EVIYANTI/PR

PURWOKERTO, (PR).- Mako Brimob Kompi 3 Watumas Batalyon B Purwokerto Kabupaten Banyumas Jawa Tengah ditembaki, sekitar pukul 1.46 Sabtu  dini hari 25 Mei 2019. Markas yang berada di Jalan Letjen Soemarto No 33 Purwokerto, kini dalam penjagaan ketat petugas bersenjata.

Berdasarkan informasi yang diperoleh  beberapa media, dikabarkan seorang anggota Brimob terserempet peluru di bagian pelipis dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit terdekat. Penembak diduga berada di sebuah mobil minibus berwarna silver .

Suara rentetan tembakan menurut Ketua RT 1 Rw 3 kKelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Supriyadi (55), terdengar cukup keras sampai membangunkan dia dari tidurnya.

Rumah Riyadi sekitar 15 meter seberang jalan arah barat dari Mako Brimob. "Jelas itu suara tembakan, suara keras karena malam dan  situasi lengang. Saya mendengar sebanyak 5 kali tembakan, sekira pukul 1.45. Suara tembakan paling keras di paling akhir yaitu sebanyak 2 kali," ujar Riyadi.

Markas Brimob Watumas Purwokerto memang sering melakukan kegiatan latihan penembakan bagi para personelnya. Akan tetapi, kegiatan latihan menembak biasanya dilaksanakan pagi hari. Oleh karena itu, warga merasa heran sekaligus takut mendengar suara tembakan pada waktu dini hari pukul 1.45.

Sejumlah warga yang masih melaksanakan ronda menurutnya juga mendengar persis suara tembakan tersebut dalam jarak sekitar  50 meter. Mereka  mengira itu suara petasan

Mereka baru menyadari bahwa letusan keras dari suara senjata api setelah polisi berdatangan di lokasi kejadian Markas Brimob Watumas.

Suasana mencekam bahkan Riyadi  tidak berani keluar rumah. Begitu juga para tetangganya, tidak ada yang berani ke luar apalagi dalam kondisi rusuh seperti terjadi di beberapa tempat , dan kerusuhan  di Jakarta.

Baru sekitar pukul 3.00 warga berani ke luar rumah. Di depan pintu gerbang Mako Brimob sudah berkumpul banyak polisi. Warga yang berkerumum dilarang untuk mendekati lokasi.

Pada saat bersamaan datang tim dari Inafis melakukan olah kejadian perkara.

Menurut penuturan warga sekitar, suara tembakan terdengar sampai radius 100 meter dari lokasi kejadian. Kondisi di sekitar markas Brimob Watumas, Purwokerto kala itu dalam keadaan sepi, dan belum ada aktivitas warga yang melakukan sahur.

Kapolres Banyumas tidak bersedia dimintai keterangan. Saat ini wartawan sedang menunggu keterangan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel .***

 

 

Bagikan: