Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Bambang Widjojanto Ketuai Tim Hukum Prabowo-Sandi di MK

Muhammad Irfan
CALON Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno berjabat tangan seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).*/ANTARA
CALON Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno berjabat tangan seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto ditunjuk menjadi Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam sengketa Pemilihan Presiden di Mahkamah Konstitusi. Penanggungjawab tim hukum Hasjim Djojohadikusumo menyebut dipilihnya Bambang sebagai ketua tim tak lain karena dia dinilai pakar dalam bidang hukum.

"Kita semua tahu siapa beliau dan beliau tahu persis apa yang harus diperjuangkan," kata Hasjim dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Mei 2019.

Menurut Hasjim, Bambang tak sendiri memenggawai tim hukum ini. Bersamanya ada sejumlah pakar yang cakap di bidang hukum. Meski demikian, dia tak menyebut detil siapa saja pakar yang akan ada di tim nanti.

"Nanti di bawah pimpinan pak Bambang. Kalau mau hadir kami persilakan nanti bisa ketemu di Gedung MK," kata dia.

Mundur Lagi

Sementara itu, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo-Sandi kembali menunda permohonan sengketa yang hendak mereka ajukan ke MK. Seperti diketahui, awalnya mereka akan mendaftar pada Kamis, 23 Mei 2019 sore, namun ditunda pada Jumat, 24 Mei 2019, pukul 14.00 WIB.

Adapun saat ini jadwal yang direncanakan menjadi pukul 20.30 WIB atau pukul 22.00 WIB. Penundaan ini terkait persiapan yang terus dimatangkan oleh tim.

Juru Bicara BPN, Dahnil Azhar Simanjutntak menyebut kalau tak dimungkiri awalnya BPN ogah mengajukan gugatan ke MK. Ini terjadi karena ada ketidakpercayaan dari mereka pada institusi hukum. Namun BPN berubah pikiran setelah mendapat banyak masukan dari para relawan yang merasakan langsung kecurangan di lapangan.

"Ada korupsi politik yang masif terjadi. Karena ada desakan dan tidak ada cara lain untuk menggugat kecurangan selain berdoa dan melakukan proses hukum secara konstitusional ke MK," ucap Dahnil.

Adapun korupsi politik, sambung Dahnil menjadi hal yang cukup didalami oleh Bambang sebagai ketua tim. Selain itu, BPN juga menemukan adanya praktik kejahatan pemilu yang akan menjadi salah satu gugatan pihaknya di MK.

"Pak Bambang paham pada kepemiluan dan tata negara, juga beracara di MK. Hampir sebagian besar atau seluruh perkara di MK yang didampingi pak Bambang menang. Saya pikir dia kredibel," ucap dia. 

Calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Uno dalam kesempatan yang sama juga menegaskan kembali alasan pihaknya mau berperkara di MK. Menurut dia, jalan ini ditempuh sebagai bentuk tuntutan dan kekecewaan rakyat pada pelaksanaan Pemilu,. Dia mengatakan, sulit untuk menganggap pelaksanaan Pemilu kali ini lancar dan jurdil.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat yang melihat dengan mata kepala sendiri dan merasakan ketidakadilan dalam pemilu selama ini," kata Sandi.

Dia pun menilai perlunya evaluasi yang mendalam pada setiap aspek penyelenggaraan Pemilu. Ini harus diusut tuntas untuk memastikan demokrasi tidak tercederai.***

Bagikan: