Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Warga Desa Bejiharjo Resah Mendapati Hewan Ternak Mati Mendadak

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi pemeriksaan hewan ternak.*/ANTARA
FOTO ilustrasi pemeriksaan hewan ternak.*/ANTARA

GUNUNGKIDUL, (PR).- Warga Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kab. Gunungkidul resah setelah mendapati sejumlah hewan ternak mati mendadak. Bahkan jumlah hewan ternak yang mati mendadak belakangan makin bertambah.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyimpulkan, kematian mendadak hewan ternak tersebut akibat penyakit antraks. Tindakan pun langsung dilakukan dengan menyuntik ratusan hewan ternak dengan antibiotik. Hal ini dilakukan menyusul temuan lima ekor sapi positif antraks di RT 3 Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kab. Gunungkidul, DIY.

“Langkah ini sebagai upaya preventif yang dilakukan Pemkab Gunungkidul karena adanya perkembangan jumlah ternak warga yang mati mendadak semakin bertambah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto ketika dihubungi, Kamis 23 Mei 2019.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Gunungkidul, di Dusun Tawarsari (Kecamatan Wonosari) ada 9 ekor sapi, 36 ekor kambing dan 3 ekor domba yang disuntik antibiotik, karena Tawarsari masuk perbatasan dengan (Dusun Grogol). Lalu di RT 2 (Dusun) Grogol 4 ada tambahan 2 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang disuntik.

“Hewan ternak yang berada pada radius 1 kilometer dari RT 3 Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul juga ikut kami disuntik antibiotik,” ujarnya.

Bambang mengatakan, saat ini sudah ada ratusan hewan ternak yang disuntik antibiotik. Jumlah tersebut menurutnya akan terus bertambah, mengingat saat ini petugas di lapangan masih melakukan penyuntikan hewan ternak di beberapa titik.

"Total hewan ternak yang disuntik meliputi Kecamatan Karangmojo dan Wonosari, rinciannya ada 111 ekor sapi, 297 ekor kambing dan 3 ekor domba yang sudah disuntik antibiotik. Dan saat ini proses penyuntikan masih di 3 Dusun lagi, yaitu Dusun Grogol 1,3 dan 6," ucapnya.

Perlu koordinasi

Terkait adanya kebijakan pembatasan hewan yang keluar masuk dari Gunungkidul pasca temuan sapi antraks, Bambang mengaku belum bisa memastikannya. Mengingat untuk memutuskan hal itu memerlukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Hari ini jam 1 siang baru akan rapat di Pemda dengan tim antar OPD dengan Sekda membahas itu (pembatasan keluar masuk hewan ternak di Gunungkidul). Karena kewenangan pembatasan itu kewenangan bupati, sedangkan kami hanya berwenang merekomendasi saja," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY juga telah melakukan screening penduduk di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo."Hampir seluruh penduduk di dusun itu (Grogol IV) sudah dilakukan penyisiran, dilakukan screening," ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaning Astuti,.

Pembayun menuturkan, pihaknya mulai melakukan screening sejak dua hari yang lalu. Screening tersebut dilakukan menyusul adanya laporan tiga sapi mati dan dua sapi milik warga Dusun Grogol IV mendadak lemas yang diduga karena terjangkit antraks.

Adapun pihak-pihak yang diperiksa di antaranya pemilik ternak, warga yang bersentuhan dengan sapi dan orang-orang yang sempat mengonsumsi daging sapi yang diduga terjangkit antraks di Dusun Grogol IV, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.

"Jadi masyarakat yang diduga pernah bersentuhan dengan sapi itu tadi didatangi, kemudian dianalisa, ditanya apakah pernah merasa demam, merasa pegal, pusing dan sebagainya. Jadi teman-teman Puskesmas datangi penduduk," katanya.***

Bagikan: