Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 27.4 ° C

Warga Citangkil Serahkan Buaya Muara

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS BKSDA dibantu masyarakat mengamankan  buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) yang diserahkan oleh Warga Link. Linggarjati Kel. Lebak Denok Kec. Citangkil.*/HIMAWAN SUTANTO/KABAR BANTEN
PETUGAS BKSDA dibantu masyarakat mengamankan buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) yang diserahkan oleh Warga Link. Linggarjati Kel. Lebak Denok Kec. Citangkil.*/HIMAWAN SUTANTO/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Seksi Wilayah I Serang Banten menerima seekor buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus)yang diserahkan oleh Warga Link.Linggarjati Kel. Lebak Denok Kec.Citangkil. 

Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Serang Banten Andri Ginson, kepada sejumlah awak media  mengatakan, dirinya menerima informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut terdapat binatang buas yang dilindungi dan dipelihara.

“Berdasarkan laporan masyarakat, ada jenis hewan yang dilindungi yang dipelihara yakni Buaya Muara atau buaya bekatak di kawasan perumahan. Atas dasar itu kami langsung melakukan cross check di lokasi dan ternyata memang benar ada hewan yang dilindungi berada disana,” katanya, Rabu 22 Mei 2019.

Dia mengatakan, setelah diberikan penjelasan terkait dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,maka pengelola menyerahkan hewan tersebut secara sukarela dan selanjutnya akan dikarantina terlebih dahulu sebelum dilepas ke kawasan penangkaran yang berada di Menes Kab.Pandeglang.

“Syukur, pemilik kedua hewan tersebut menyerahkannya kepada kami, dan satwa liar itu dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang  Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujarnya.

Andri menegaskan bagi masyarakat yang memelihara satwa dilindungi sebaiknya segera diserahkan ke BKSDA. Sebab, memelihara satwa liar tanpa izin dapat dikenai sanksi kurungan penjara dan denda.

“Kalau dilindungi berarti tidak boleh dipelihara siapa pun. Sudah banyak warga secara Cuma-Cuma menyerahkan hewan yang dilindungi, artinya bukti kesadaran meningkat,” tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.

Sementara itu pemilik hewan buaya muara yang dilindungi M Subhi  mengaku, tidak tahu apabila hewan tersebut termasuk satwa yang dilindungi. Hewan tersebut didapat dari temannya yang bekerja didaerah Tangerang.

“Jujur saya tidak tahu. Namun karena diberi penjelasan dari BKSDA, maka saya serahkan kedua hewan tersebut ke pemerintah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, hewan tersebut diberikan oleh temannya sekitar tahun 2017 lalu. Binatang itu, kini usianya mencapai sekitar 2 tahun dan berjenis kelamin betina.***

Bagikan: