Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Gara-gara Cemburu, Tiga Pemuda Lakukan Pengeroyokan

Tim Pikiran Rakyat
PARA pelaku saat ditangkap di Mapolres Cilegon, Rabu 22 Mei 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
PARA pelaku saat ditangkap di Mapolres Cilegon, Rabu 22 Mei 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Satreskrim Polres Cilegon menangkap tiga pemuda pelaku pengeroyokan di Jalan Saat Rusli (JAR). Latar belakang pengeroyokan sendiri lantaran AN (16), salah satu pelaku, cemburu karena pacarnya dibawa jalan-jalan sore oleh Wahyudi (19), korban, yang merupakan warga Mancak, Kabupaten Serang.

Peristiwa pengeroyokan sendiri terjadi pada Rabu (15/5/2019) lalu. Selain AN, polisi pun membekuk TN (16) dan IN (23). "Ketiganya sempat kucing-kucingan dengan kami, karena mereka sadar sedang dalam pengejaran kami. Pada akhirnya, ketiganya kami tangkap dini hari tadi di tempat berbeda-beda," kata Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, saat ditemui di ruang kerja, Rabu 22 Mei 2019.

Menurut Dadi, kejadian ini bermula ketika pacar AN, sebut saja Mawar, tidak dapat dihubungi melalui telefon genggam. Kemudian tanpa disengaja, salah satu teman AN melihat Mawar tengah dibonceng korban menggunakan motor di JAR. "Dapat laporan itu, AN dan dua temannya mengejar. Lalu diikutilah korban dan pacar AN hingga Perumahan Cilegon Park, Kecamatan Cibeber. Itu kan akses masuknya di pinggir JAR," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Wahyudi kemudian diminta berhenti oleh para pelaku. Sempat terjadi perdebatan, hingga akhirnya korban dipukuli beramai-ramai. "Korban mengalami luka serius di bagian kepala," tuturnya.

Kanit Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Cilegon Ipda Yogie Fahrisal menuturkan, salah satu pelaku pemukulan yakni TN, merupakan residivis dan baru keluar 2 minggu dari Lapas Cilegon dengan kasus penjambretan. "Dua orang pelaku masih di bawah umur, tapi yang satu baru keluar dari tahanan. Atas perbuatan mereka, para pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara," ungkapnya.***

Bagikan: