Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Terjadi Bentrokan, Demonstran di Sekitar Kantor Bawaslu Saat Malam Berbeda dari yang Siang

Yusuf Wijanarko
PETUGAS kepolisian berjaga saat massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.*/ANTARA
PETUGAS kepolisian berjaga saat massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kepolisian mulai melakukan tindakan tegas terhadap massa di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa 21 Mei 2019 malam.

Setelah sempat membubarkan diri, massa kembali berkonsentrasi di depan kantor Bawaslu pukul 21.30 dan melakukan orasi. Bukan hanya itu, massa juga sempat merusak pagar barikade.

Antara melaporkan, Sekira pukul 22.15, massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian. Namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

"Tembak Pak, tembak. Semua pasti mati, kok," ujar salah seorang dari mereka yang ditenangkan Wakapolres.

Sekira pukul 22.35, polisi menindak tegas dengan melakukan penghalauan massa ke arah Jalan Wahid Hasyim. Beberapa orang terlihat diamankan dan digelandang polisi dari Sabhara dan Brimob ke kantor Bawaslu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan meyakini massa aksi di kantor Bawaslu yang sempat melakukan provokasi berbeda dengan massa yang melakukan aksi siang hari.

"Berbeda dari massa yang siang. Ini memang sengaja mau rusuh," kata Harry Kurniawan di depan kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa malam.

Kepolisian mengamankan sejumlah demonstran ke kantor Bawaslu hingga Selasa tengah malam. Harry Kurniawan mengatakan, massa yang diamankan tersebut dibawa ke Gedung Bawaslu untuk kemudian dibawa ke markas Polda Metro Jaya.

Petugas mengamankan sekira 20 orang pengunjuk rasa usai pembubaran paksa terhadap demonstran. Kejadian berawal ketika sekira 300 orang beraksi di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, sekira pukul 23.30. Massa berupaya merusak barikade kawat berduri. Selanjutnya, polisi membubarkan paksa dan menangkap sejumlah demonstran.

Bertahan di Jalan Wahid Hasyim

Massa berjumlah ratusan bertahan di ruas jalan Wahid Hasyim, di samping kantor Bawaslu, hingga lewat tengah malam memasuki Rabu 22 Mei 2019.

Selain itu, di ruas jalan Wahid Hasyim sisi lainnya yang menuju Gondangdia, massa juga terlihat berada di sana.

Kepolisian memblokade dua sisi jalan tersebut untuk mencegah kemungkinan bocornya massa aksi ke dalam area kantor Bawaslu.

Salah seorang perwakilan massa dari sisi jalan menuju Tanah Abang sempat menyepakati untuk membubarkan diri dengan syarat kepolisian melepaskan salah satu rekannya yang diamankan.

Habib Sayyid Muhammad Fadli yang mewakili massa bernegosiasi langsung dengan Harry Kurniawan dan menyepakati imbauan untuk membubarkan diri. "Yang penting, warga masyarakat ini mau membubarkan diri supaya tidak berlarut-larut," kata Harry Kurniawan.

Hal itu disepakati Habib Sayyid Muhammad Fadli dengan meminta salah seorang massa aksi yang sempat diamankan untuk dilepaskan. Sekira pukul 11.45 WIB, polisi melepaskan warga yang sempat diamankan tersebut.

Namun, hingga Rabu dini hari pukul 12.20, massa di ruas Jalan Wahid Hasyim baik dari Tanah Abang maupun Gondangdia masih bertahan.***

Bagikan: