Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Massa Makin Banyak, Polisi Gunakan Skenario Mengepung

Muhammad Irfan
SEJUMLAH personel kepolisian mengamankan jalannya Aksi 22 Mei yang ricuh di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019.*/ANTARA FOTO
SEJUMLAH personel kepolisian mengamankan jalannya Aksi 22 Mei yang ricuh di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019.*/ANTARA FOTO

 

JAKARTA, (PR).- Massa yang ricuh imbas dari aksi tolak hasil rekapitulasi Pemilu 2019 semakin banyak yang merangsek ke ruas Jalan Thamrin dan Wahid Hasyim, Rabu, 22 Mei 2019 malam. Mereka melemparkan batu, botol kaca, hingga kembang api. Massa yang didominasi oleh para remaja tanggung ini terus menyerang membabi buta ke arah aparat yang memblokade di sekitar jalan tersebut.

Sejumlah upaya defensif dilakukan oleh aparat yang berjaga. Selain membuat benteng blokade, Polisi juga menyiagakan water canon yang sesekali menembak ke arah massa untuk mengurai kerumunan

Dari mobil komando, secara persuasif polisi juga terus mengingatkan massa untuk pulang dan menghentikan serangan. “Adik-adik sudah cukup. Ajak teman-temannya juga. Jangan dilempar lagi. Jangan lagi terprovokasi,” kata polisi.

Sejumlah aparat pun menembakkan tembakan peringatan untuk membuat shock massa. Namun massa tetap menyerang. Beberapa tembakan kembang api bahkan mengenai sejumlah aparat dan jurnalis yang tengah meliput. 

Massa juga terus memprovokasi dengan meneriakkan yel-yel dan menantang aparat untuk maju. Tampak beberapa di antaranya mengibar-ngibarkan bendera.

Sementara di ruas Jalan Sabang yang berada satu blok di belakang Jalan Thamrin, tampak massa yang ikut dalam aksi sore harinya. Meski tak ikut ambil bagian di kerusuhan Thamrin, mereka tampak berkerumun dan membawa tongkat bambu.

Di Jalan Wahid Hasyim arah Menteng, bersiaga juga mobil ambulan yang membawa massa ricuh ke rumah sakit. Hingga saat ini pukul 22.00 WIB massa masih berlarian di perempatan Jalan Thamrin-Wahid Hasyim dan menyerang. Sementara Polisi berusaha mengepung dari empat penjuru jalan tersebut.

Sebelumnya, massa aksi yang menolak hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden 2019 kembali menggelar demonstrasi di depan Bawaslu. Ini merupakan hari kedua setelah sebelumnya juga mereka melakukan aksi yang sama.

Seperti malam ini, aksi sebelumnya juga diakhiri dengan kericuhan yang berlangsung sampai dini hari. Massa ricuh ini diklaim bukan bagian dari massa aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat yang menolak hasil Pemilu. Ini karena, massa aksi sudah membubarkan diri sejak pukul 18.00 WIB.***

Bagikan: