Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Umumnya berawan, 23.1 ° C

Demonstran Gunakan Petasan, Brimob Turun Bubarkan Kerumunan Rabu Dini Hari

Yusuf Wijanarko
MASSA berdemonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019. Dalam aksinya, massa menuntut Bawaslu melakukan tindakan terhadap adanya dugaan kecurangan Pilpres 2019.*/ANTARA
MASSA berdemonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019. Dalam aksinya, massa menuntut Bawaslu melakukan tindakan terhadap adanya dugaan kecurangan Pilpres 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pasukan Brimob perbantuan didatangkan mengganti pasukan sebelumnya guna menghalau massa demonstran yang masih bertahan di beberapa titik di sekitar kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu 22 Mei 2019 dini hari.

Antara melaporkan, pasukan Brimob yang didatangkan tersebut berasal dari Polda Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Jawa Timur. Mereka datang menggunakan belasan bus besar dan diturunkan di depan kantor Bawaslu.

Petugas direncanakan akan menggantikan pasukan sebelumnya dari Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan daerah lainnya yang telah berjaga sejak Selasa 21 Mei 2019 pagi.

Pasukan tersebut diarahkan ke titik konsentrasi massa yang bertahan di Underpass Pasar Grosir Tanah Abang, Jalan Wahid Hasyim menuju Gondangdia, Jalan Sabang, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Setelah sempat membubarkan diri pada Selasa pukul 20.30, massa kembali berkonsentrasi dan berorasi di depan kantor Bawaslu pukul 21.30. Bukan hanya berorasi, mereka juga sempat merusak pagar barikade.

Petugas bermotor dikerahkan

Polisi menurunkan pasukan bermotor untuk membubarkan aksi massa di sekitar kantor Bawaslu. Pasukan polisi bermotor yang berjumlah puluhan tersebut diarahkan menuju dua lokasi tempat berkumpulnya demonstran. Masaa terkonsentrasi di dua tempat yakni di Jalan Wahid Hasyim  menuju Tanah Abang dan Jalan Wahid Hasyim menuju Gondangdia.

PETUGAS kepolisian berjaga saat massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.*/ANTARA

Penurunan puluhan polisi bermotor tersebut dilakukan usai polisi memberikan tembakan peringatan ketiga.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono turun langsung untuk memberikan komando pembubaran massa.

Melawan dengan petasan

Kendati sempat ada kesepakatan untuk membubarkan diri setelah salah satu rekannya yang diamankan kepolisian dibebaskan, massa sempat bertahan dan perlahan merangsek lagi hingga mendekati kantor Bawaslu.

Kepolisian menyerukan mengambil bertindak tegas lantaran massa bersikeras bertahan padahal sudah melewati batas waktu wajar untuk berkerumun.

Polisi beberapa kali menembakkan gas air mata, namun demonstran melakukan perlawanan menggunakan petasan.

Hingga Rabu pukul 1.20, kepolisian terus berusaha membubarkan massa yang memilih bertahan.***

Bagikan: