Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Prabowo-Sandi Siap Maju ke Mahkamah Konstitusi

Muhammad Irfan
PASANGAN Prabowo-Sandiaga Uno .*/ANTARA
PASANGAN Prabowo-Sandiaga Uno .*/ANTARA

JAKARTA, (PR).-  Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi atas hasil rekapitulasi pemilihan presiden yang telah selesai di Komisi Pemilihan Umum, Selasa dini hari(21 Mei 2019. Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menyebut langkah ini disepakati oleh sejumlah pihak dalam rapat yang digelar di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa siang 21 Mei 2019.

"Rapat hari ini memutuskan paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Dasco.

Menurut dia, pihaknya menyetujui untuk menggugat hasil Pilpres ke MK karena banyak hal krusial yang bisa diangkat. Hal ini terutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan.

"Kami melihat bahwa ada pertimbangan-pertimbangan, kemudian ada hal-hal krusial," ucap dia.

Dalam beberapa hari ini, pihaknya juga langsung mempersiapkan materi gugatan. Dia pun memastikan proses ini tak akan memakan waktu yang lama.

"Ya sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," ucap dia.

Sebelumnya, saksi dari kubu BPN memang menolak menandatangani hasil rekapitulasi tingkat nasional di KPU.  Saksi BPN Azis Subekti menyebut penolakan ini adalah sikap mereka untuk melawan tindakan yang dinilai mencederai proses demokrasi. Dia pun meminta maaf kepada saksi lain khawatir keputusan politik BPN ini mengganggu kontestan lainnya.

"Kami tidak pernah menyerah melawan ketidakadilan, kecurangam, kesewenang-wenangan, kebohongan, dan tindakan apa saja yang mencederai demokrasi," kata Azis.

Hal ayang sama juga diikuti oleh saksi dari partai pengusung Prabowo-Sandi. Hanya Demokrat yang mau menandatangani hasil rekapitulasi itu. Sementara partai-partai pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin plus partai Gerindra sepakat menandatangani hasil rekapitulasi.

Pada penetapan hasil rekapitulasi yang dilaksanakan tak lama setelah rekaptiluasi tingkat nasional selesai, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih suara tertinggi di Pemilihan Presiden 2019, sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi partai dengan raihan suara paling banyak di Pemilihan Legislatif. KPU akan menetapkan hasil Pemilu Serentak 2019 pada 24 Mei 2019 jika tak ada sengketa yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi sejak tanggal 22 sampai 24 Mei nanti.***

Bagikan: