Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Puluhan Pemuda Tawuran di Kota Serang

Tim Pikiran Rakyat
Tawuran.*/DOK. PR
Tawuran.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Keributan antara puluhan pemuda terjadi di Jalan KH. Abdul Hadi, Kelurahan Cipare, Kota Serang. Pemicu tawauran itu, diduga karena salah satu pemuda dari kedua kubu yang terlibat bentrok itu saling memperebutkan seorang perempuan yang menjadi incarannya masing-masing.

Informasi yang diperoleh, Sebelum kejadian itu, salah satu warga sekitar melihat sekelompok pemuda dari arah Lampu Merah Kebon Jahe terlibat cekcok di sepanjang perjalanan.

"Nah pas masuk gang sini (menunjuk arah ke Hotel Puri Kayana), itu langsung pada ribut. Cewek yang dibonceng Sama motor Vixion malah langsung jatuh. Kayaknya, dia yang diributin Sama mereka," kata Zaenal Abidin, warga sekitar yang ditemui wartwan Kabar Banten, Rifat Alhamidi di lokasi kejadian.

Zaenal tak mengetahui secara pasti apa pemicu kedua kelompok pemuda itu ribut di sekitar Hotel Puri Kayana. Dia hanya melihat kedua kelompok yang berjumlah puluhan orang itu, tiba-tiba masuk ke gang arah hotel dan langsung terlibat cekcok yang berujung keributan. "Warga di sini juga pada aneh, tiba-tiba malah pada ribut enggak jelas," ujarnya.

Beruntung, pada saat kejadian petugas Polres Serang Kota yang sedang melakukan patroli langsung tiba di lokasi sebelum keributan itu membesar. Petugas yang mayoritas menggunakan kendaraan bermotor, bahkan harus melakukan aksi kejar-kejaran dengan sejumlah pemuda yang terlibat bentrok di gang Hotel Puri Kayana.

Bogem mentah

Meski berhasil dibubarkan, namun seorang pengemudi kendaraan CRV putih bernama Julianto (28) harus terkena bogem mentah dari salah satu pemuda saat melintas di lokasi tersebut. Padahal, dia saat itu bermaksud hendak menolong perempuan yang terjatuh di tengah keribuatan dua kelompok pemuda.

"Saya dikira mau ngapa-ngapain ceweknya, padahal waktu itu mau nolong doang. Kirain kan ada begal, makanya saya langsung turun dari mobil. Eh malah langsung ditonjok," kata warga asal Balaraja, Kabupaten Tangerang yang akrab disapa Juli tersebut.

Kendati begitu, Juli tak mau membawa masalah ini menjadi lebih panjang. Dia bahkan membantu petugas kepolisian yang tiba di lokasi untuk menunjukan ciri-ciri pemuda yang memukulnya. Pemuda yang lari ke arah gang-gang sempit tersebut akhirnya bisa diamankan setelah mencoba melarikan diri dari kejaran petugas.

Anggota Satuan Sabhara Polres Serang Kota Brigadir M. Luthfi Permadi memastikan, keributan yang terjadi di dekat hotel Puri Kayana murni merupakan salah paham. Petugas yang tiba di lokasi, juga sudah memediasi korban yang terkena bogem mentah dengan perempuan yang diduga menjadi rebutan salah satu dari kedua kelompok pemuda tersebut.

"Keterangan dari si perempuan itu katanya dia dikejar-kejar dari alun-alun. Kemudian si ceweknya jatuh di gang hotel. Nah, ada pengemudi mobil ngeliat, niatnya mau membantu tapi sama warga dituduh mau berbuat jahat. Makanya tadi dia sempat dikejar ke dalam, intinya salah paham," katanya.

Luthfi menegaskan, keributan tersebut sudah diselesaikan oleh petugas dengan memidiasi korban, perempuan yang jatuh dari motor dan warga sekitar. Ia pun mengimbau agar warga lebih menahan diri di bulan ramadan ini untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginlan.

"Sudah kita media dan langsung kita bubarkan. Kita juga sudah berikan imbauan bahwa itu salah paham. Intinya, lebih menahan hawa nafsu saja. Ini kan bulan puasa," ujarnya. 

Balap liar

Sebelumnya, petugas gabungan Polres Serang Kota yang dipimpin Kasatnarkoba AKP Wahyu Diana, juga telah mengamankan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di sekitar KP3B, Curug, Kota Serang. Mereka, ditangkap saat petugas sedang melakukan patroli untuk menyasar geng motor jalanan yang berpotensi berkeliaran selama bulan ramadan.

"Dari informasi yang kita dapatkan, di lokasi ini (KP3B) memang sering digunakan untuk balap liar. Makanya, lokasi ini jadi titik perhatian kami karena sebelum puasa juga sering digunakan sama kelompok pemuda yang meresahkan warga," katanya.

Meski tidak ditemukan indikasi adanya taruhan balap liar, namun petugas langsung membawa sejumlah kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. Tercatat, ada belasan kendaraan yang langsung diangkut petugas gabungan ke Mapolres Serang Kota pada malam itu.

"Alasan mereka kebanyakan nunggu menjelang saur. Tapi tidak menutup kemungkinan, mereka yang kita amankan ini sebenarnya sedang menunggu giliran untuk balapan di sini. Makanya langsung kita amankan untuk didata lebih lanjut," ujar Kasat.***

Bagikan: