Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Penerbangan dari Husein Dipindahkan ke Kertajati Mulai 15 Juni 2019

Satrio Widianto
Bandara Kertajati BIJB/ADE BAYU INDRA
Bandara Kertajati BIJB/ADE BAYU INDRA

JAKARTA, (PR).- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka yang kini masih sepi, dipastikan akan lebih ramai. Pasalnya, penerbangan luar Pulau Jawa dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, akan dipindahkan ke Kertajati mulai 15 Juni 2019.

Ada sekitar 12 destinasi luar Pulau Jawa yang akan dipindahkan ke Bandara Kertajati. "Tahapan pertama dipindahkan sebagian traffic Bandara Husein, seperti Medan, Makasar, Palembang,"  kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin saat buka puasa bersama media di Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.

Dikatakan Awaluddin, pemindahan tersebut tidak bisa dilakukan secara bertahap sebab menyangkut rotasi pesawat dan lain-lain. "Ya langsung (pindah ke BIJB Kertajati) serempak. Gak bisa dong (bertahap sebagian). Kan itu ada kaitannya sama rotasi pesawat jadi gak bisa sebagian-sebagian," ujarnya. Menurut Awaluddin, Keputusan tersebut sesuai hasil rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Selanjutnya, jika jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) rampung, maka seluruh penerbangan Bandara Husein akan dipindahkan ke Bandara Kertajati. Namun, Bandara Husein Sastranegara tetap akan beroperasi untuk melayani pesawat non-jet atau propeller.  "Jadi sisanya di Husein adalah domestik dalam Jawa. Internasional sementara belum di Kertajati, masih di Hussein," ujarnya.

Pemegang saham

Awaluddin menambahkan, Angkasa Pura II  menjadi pemilik aset sisi udara yang dibangun pemerintah senilai Rp 900 miliar setelah menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BIJB.

Selain itu, pihaknya juga sudah mendapat izin dari pemerintah untuk memegang 25% saham BIJB Kertajati. Keputusan ini sesuai hasil keputusan rapat di Menko Kemaritiman.

"Rapat memutuskan posisi Angkasa Pura II di luar yang tiga itu (operator, developer, asset owner) kita sekaligus sebagai investor dengan rencana memegang 25% kepemilikan saham di Bandara Kertajati," tuturnya. Artinya, Angkasa Pura II semakin merentangkan sayapnya dalam berbisnis dengan Bandara Kertajati. AP II tak hanya sebagai operator, pemilik aset, dan developer Bandara Kertajati, tapi juga sebagai pemegang sahamnya.

Untuk mencapai kesepakatan akhir sebagai pemegang saham, Angkasa Pura II akan mempersiapkan surat perjanjian kerja sama dengan BIJB yang ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2019. Lalu, untuk penandatanganannya ditargetkan setelah Lebaran 2019. "Kemudian ini hal-hal teknisnya kita selesaikan sebelum Lebaran, dan mudah-mudahan habis Lebaran akan kita tanda tangani share holder agreement-nya," tutur Awaluddin.

Sebagai informasi, AP II sudah menanamkan modal sebesar Rp 330 miliar di BIJB. Hal tersebut merupakan kompensasi dari pemerintah untuk AP II karena sudah diizinkan menjadi operator bandara di atas aset milik pemerintah. Oleh karena itu, AP II harus mengembangkan BIJB dengan penanaman dana sebesar Rp 330 miliar tersebut.

Pengembangan yang dilakukan AP II salah satunya menambah panjang landasan pacu (runway) di BIJB sepanjang 500 meter ditambah kelengkapannya, seperti menambah luas runway dan overlay untuk paralel taxiway di BIJB.***

Bagikan: