Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 24.8 ° C

Tarif Bus AC Naik Dua Kali Lipat

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi tarif bus AC naik dua kali lipat.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi tarif bus AC naik dua kali lipat.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Para agen bus di Terminal Pakupatan, Kota Serang, mulai memutuskan tarif jasa angkutan umum akan mengalami kenaikan menjelang mudik Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah. Namun, kenaikan itu hanya berlaku bagi tarif kendaraan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) golongan nonekonomi (AC).

Agen Putra Mulya Garudamas misalnya, sudah memutuskan tarif bus untuk perjalanan ke luar daerah akan naik hingga dua kali lipat. Selain bukan hal yang asing lagi dalam momentum mudik lebaran, kenaikan itu juga dilakukan untuk menambal biaya operasional untuk penambahan jumlah angkutan beserta fasilitasnya.

“Tapi kenaikannya bertahap, mulai dari H-12 itu naiknya sedikit-sedikit. Nanti sudah seminggu sebelum lebaran, baru mentok paling tinggi segitu (kenaikan dua kali lipat) tarifnya,” kata pengelola Agen Putra Mulya Garudamas, Ani Soliha kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi, Kamis 16 Mei 2019.

Ani merinci, kisaran harga tiket bus yang dikelola agen perjalannya untuk jurusan Serang ke Jawa Tengah, berada pada harga Rp 170 ribu sampai Rp 215 ribu di luar musim mudik lebaran. Namun setelah memasuki musim mudik, harga itu akan naik di kisaran Rp 280 ribu hingga Rp 530 ribu.

Kemudian, untuk jurusan Serang ke wilayah Lampung, harga biasanya dipatok sekitar Rp 180 ribu. Tapi setelah masuk musim lebaran, harganya akan naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 330 ribu hingga Rp 350 ribu. Namun menurut dia, harga tiket tersebut akan berangsung normal kembali setelah musim mudik lebaran telah selesai.

“Setelah lebaran juga akan turun tarifnya, tapi bertahap. Penurunan tarif itu biasanya setelah H+10 lebaran, tapi penurunnya gak sekaligus normal lagi. Nanti sudah masuk hari biasa, jadi normal lagi,” ujarnya.

Menambah fasilitas

Meskipun naik, Ani mengklaim kenaikan itu tidak pernah mendapat komplen dari pelanggannya. Sebab, agen perjalanannya telah menambah sejumlah fasilitas dalam armada tersebut. Selain itu, pihaknya juga sejauh ini sudah menjual tiket lebaran hingga 20 persen.

“Kalau harga tarif, gak pernah ada yang komplen. Karena kiga barengi fasilitas juga buat pelanggan. Biasanya yang paling banyak dipesan itu kelas eksekutif, karena kebanyakan penumpang memilih yang ada toiletnya dan paling penting bagi mereka itu fasilitasnya yang nyaman,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur tarif angkutan umum golongan nonekonomi (AC). “Di ketentuan, yang diatur itu hanya tarif ekonomi,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya memastikan telah mengantisipasi adanya kenaikan harga untuk jenis bus golongan ekonomi agar tidak telalu signifikan. Kendati menurut dia, bus ekonomi juga bisa menentukan harga tarifnya menjelang musim mudik lebaran.

“Kita hanya bisa mengatur tarif batas harganya untuk bus ekonomi saja. Kalau nonekonomi itu, harga ditetntukan sama harga pasar. Makanya, saya juga bakal diskusi dengan teman-teman dulu. Saya juga belum tahu mekanismenya gimana," ujarnya.***

Bagikan: