Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Panitia Liga 1 2019 Diminta Bertanggung Jawab Atas Kekisruhan Suporter

Wina Setyawatie
ILUSTRASI logo liga 1/ PRFM
ILUSTRASI logo liga 1/ PRFM

SLEMAN, (PR).- PSSI meminta panitia penyelenggara laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman melawan Arema FC bertanggung  jawab atas kericuhan antarsuporter yang terjadi di laga itu. Pihaknya menunggu laporan panpel secepatnya agar bisa diusut secara tuntas biangnya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu 15 Mei 2019. "Ya pasti sangat menyesalkan kejadian tersebut, tapi kita tunggu laporan dari Panpel. Karena harus diusut secara tuntas bagaimana kejadian sebenarnya. Panpel harus bertanggung jawab penuh," katanya.

Nantinya panpel akan memberikan laporan kepada LIB, dan LIB yang meneruskan kepada PSSI untuk kemudian dilihat apakah ada tindakan yang melanggar kode disiplin. Bila ada, maka menurut Tisha, itu akan jadi ranah Komisi Disiplin PSSI.

"Apakah ada provokator. Itu yang perlu dicari tahu, agar tidak ada gosip. Makanya kita perlu laporan lengkapnya," tuturnya.

Sementara itu, Komite Eksekutif (Exco) PSSI Refrizal menambahkan bila pihaknya telah merapatkan kejadian tersebut secara cepat. Pihaknya mengaku mengundang kedua belah pihak, dari Manajer Arema, pihak Panpel,  juga ada perwakilan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

"Tadi setelah diputuskan dan dirapatkan bahwa kisruh ini terjadi dimulai dari sebelum pertandingan, tadi kita lihat ada 10-20 provokator. Lalu kamiambil langkah tegas untuk mengamankan mereka. Setelah diamankan, ternyata pertandingan aman-aman saja," tukasnya.

Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, dia menilai harusnya sepak bola itu menjadi hiburan, bukan malah jadi kerusuhan.

"Sayang disayangkan, apalagi kita satu bangsa. Namun, meski ada kerusuhan untungnya BOPI tidak mencabut rekomendasi. BOPI malah menyarankan harus tetap jalan," imbuhnya,

Harapannya ke depan adanya kesigapan yang lebih lagi dari pihak keamanan. Karena menurutnya tidak bisa juga menyalahkan suporter. Ia menilai, bila tidak ada provokator tentu semua akan berjalan aman. ***

 

Bagikan: