Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Memasuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Lahan 

Wilujeng Kharisma
ILUSTRASI kebakaran lahan.*/ANTARA
ILUSTRASI kebakaran lahan.*/ANTARA

KULONPROGO, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo meminta masyarakat untuk mewaspadai kebakaran lahan yang berpotensi terjadi saat musim kemarau. Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan potensi lahan terbakar saat musim kemarau meningkat. Dari catatan BPBD, jumlah peristiwa kebakaran termasuk menimpa lahan mengalami kenaikan.

Pada 2016, jumlahnya sebanyak 20 kejadian. Sempat turut di tahun berikutnya yakni 14 peristiwa namun pada 2018 melonjak menjadi 72 kejadian. “Dari data terakhir sampai pertengahan Mei kira-kira ada sembilan peristiwa kebakaran. Bukan kebakaran lahan karena belum musim kemarau, nanti kalau sudah masuk musimnya riskan lahan terbakar,” katanya, Kamis, 16 Mei 2019.

Melihat adanya tren kenaikan dari 2017 ke 2018, BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarang dalam membakar sampah kering maupun membuang benda-benda yang berpotensi menimbulkan api. Apalagi jika berdekatan dengan lahan dengan rerimbunan pohon.

“Tahun kemarin [2018] memang ada lahan yang terbakar tetapi tidak sampai mematikan pohon-pohon berbatang keras. Agar peristiwa serupa tak terjadi saya harap masyarakat lebih hati-hati dalam membakar sampah,” ujarnya.

Pada musim kemarau 2018 lalu, hutan milik warga di Banjasari, Kecamatan Kalibawang terbakar. Peristiwa yang terjadi pada akhir Agustus tahun lalu ini menghanguskan lebih dari 20 hektare lahan milik warga.

Lantaran musim kemarau, api dalam sekejap membesar karena lokasi kebakaran banyak terdapat tanaman yang daunnya meranggas. Api kian membesar karena tiupan angin yang kencang, sehingga menjadikan lahan yang terbakar kian luas. Diduga penyebab kebakaran karena orang yang membuang puntung rokok sembarangan.***

Bagikan: