Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 23 ° C

Cegah Penularan Cacar Monyet, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Siagakan Alat Pemindai Suhu Tubuh

Wilujeng Kharisma
Petugas memantau suhu badan penumpang yang melewati alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet.*/ANTARA FOTO
Petugas memantau suhu badan penumpang yang melewati alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet.*/ANTARA FOTO

YOGYAKARTA, (PR).- Bandara Adisutjipto Yogyakarta melakukan antisipasi masuknya penyakit monkeypox (cacar monyet) ke wilayah Yogyakarta. General Manager Angkasa Pura I, Agus Pandu, Kamis, 16 Mei 2019, mengatakan, pihaknya telah memasang alat deteksi Thermo Scan di area bandara.

Melalui Thermo Scan tersebut, maka suhu tubuh penumpang yang datang ke Yogyakarta, khususnya dari Malaysia dan Singapura, bisa terdeteksi. Penyakit menular itu memang memiliki ciri-ciri seperti demam, ditambah nyeri dan ada ruam.

"Kami sudah pasang alat dari tahun lalu, karena waktu itu juga ada kabar soal penularan virus juga. Setelah itu kami melakukan pengadaan sehingga kami sudah lebih siap untuk antisipasi," katanya.

Antisipasi perlu dilakukan sejak awal, mengingat ada tiga penerbangan langsung dari Singapura. Penerbangan tersebut melalui Air Asia dan Silk Air. Alat tersebut sudah siaga di area kedatangan, khususnya dari luar negeri.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Harjolukito. Dengan begitu, jika ada orang yang terduga terinfeksi cacar monyet bisa segera mendapat penanganan medis.KKP Bandara juga telah menyediakan ruang isolasi, jika diperlukan.

Oleh karena itu, ia mengaatakn, masyarakat diminta untuk tidak khawatir sebab Bandara Adisutjipto siap mengantisipasi penularan monkeypox."Kami sudah siap, masyarakat tenang saja tidak perlu khawatir. Dokter juga sudah ada, kami juga sudah kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Harjolukito. Kami juga menyediakan ruang isolasi, jadi semua bisa diatasi," ujarnya.

WARGA negara asing melewati alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet.*/ANTARA FOTO

Dinas Kesehatan gencar sosialisasikan tentang monkeypox atau cacar monyet

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga sudah mendapat Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pencegahan Penyakit tentang kewaspadaan penyakit monkeypox atau cacar monyet. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan, Dinkes DIY telah meneruskan surat edaran tersebut kepada Dinkes kabupaten/kota hingga ke rumah sakit dan puskesmas di DIY.

Melalui surat edaran tersebut, segenap jajaran Dinkes DIY diminta untuk mewaspadai penularan. Selain meningkatkan kewaspadaan, Dinkes DIY juga diminta untuk menyosialisasikan penyakit monkeypox kepada masyarakat, termasuk cara penularan dan antisipasi pencegahannya.

Berty menambahkan, kalau ada yang diduga tertular juga harus segera mendapatkan perawatan. “Kami juga diminta untuk segera melaporkan jika ada suspek, tidak boleh lebih dari 24 jam," katanya.

Penyakit monkeypox atau cacar monyet memiliki gejala yang sama dengan cacar air yang terjadi di Indonesia. Gejala monkeypox antara lain demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Selain itu, timbul juga ruam pada kulit wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam tersebut berkembang mulai dari bintik cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras.***

Bagikan: