Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Asal Usul Nama Tempat, Senayan Itu Nama Orang Bali (1)

Anwar Effendi
STADION Gelora Bung Karno jadi salah satu ikon di kawasan Senayan, Jakarta.*/ISTIMEWA
STADION Gelora Bung Karno jadi salah satu ikon di kawasan Senayan, Jakarta.*/ISTIMEWA

ASAL usul nama tempat kadang cukup unik. Latar belakang pemberian namanya sering tidak terduga. Bisa dari suatu kejadian, berasal dari tanaman atau hewan, bahkan yang lucu ada yang diawali dari salah ucap.

Berikut ada beberapa nama tempat di Jakarta berikut latang belakang pemberian namanya. Ada yang mengandung sejarah, ada juga yang menundang tawa. Silakan disimak.

1. Glodok

Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh pada pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali Ciliwung. Orang Tionghoa dan keturunannya menyebut grojok dengan glodok karena orang Tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

2. Kwitang

Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi zaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwi tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai Kwitang.

3. Senayan

Dulu daerah Senayan adalah milik seorang yang bernama Wangsanayan yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan Wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik Wangsanayan. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama Wangsanayan menjadi Senayan.

4. Menteng

Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut  dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda, maka daerah itu disebut Menteng.

5. Jalan Jaksa 

Jalan yang berada di daerah Jakarta Pusat ini menjadi pusatnya orang asing yang tinggal di Jakarta, tapi dahulu kala tempat ini banyak sekali kos-kosan yang ditempati oleh pelajar-pelajar Indonesia yang sekolah hukum Belanda.

6. Matraman

Dahulu kala merupakan home basenya Sultan Agung yang mau menyerang  Batavia, karena  Sultan Agung dari Mataram maka tempat tersebut dikenal dengan Mataraman dan lama-lama sebutan tersebut menjadi Matraman.

7. Karet Tengsin

Dahulu kala tempat ini adalah perkebunan karet milik etnis Tionghoa bernama Tieng Shin, karena orang pribumi susah menyebutnya jadi Tengsin saja.

8. Kuningan

Dulunya adalah tempat menetapnya seorang pangeran dari Cirebon bernama Pangeran Koeningan.

9. Buncit

Dahulu di jalan Buncit Raya ada seorang pedagang kelontong etnis Tionghoa berperut gendut (buncit) yang sangat terkenal.

10. Bangka

Dahulu disana banyak ditemukan mayat (bangke/ bangkai) orang yang dibuang ke kali Krukut.

11. Cilandak

Konon disana pernah ditemukan seekor landak raksasa.

12. Tegal Parang

Di sana dulu banyak ditemukan alang-alang tinggi (tegalan) yang dipotong dengan parang (golok).

13. Blok A/M/S

Dulunya sekitar itu tempat pembukaan perumahan baru yang ditandai dengan blok, mulai A-S. Sayang yang tersisa hanya 3 blok saja.(BERSAMBUNG)***
 

Bagikan: