Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Asal Usul Nama Tempat, Kebagusan Itu Nama Putri Kesultanan Banten (2)

Anwar Effendi
JALAN Kebagusan Raya, konon diceritakan di sana ada bale kambang.*/NET
JALAN Kebagusan Raya, konon diceritakan di sana ada bale kambang.*/NET

ASAL usul nama tempat kadang cukup unik. Latar belakang pemberian namanya sering tidak terduga. Bisa dari suatu kejadian, berasal dari tanaman atau hewan, bahkan yang lucu ada yang diawali dari salah ucap.

Berikut ada beberapa nama tempat di Jakarta berikut latang belakang pemberian namanya. Ada yang mengandung sejarah, ada juga yang menundang tawa. Silakan disimak.

14. Pasar Rumput

Dulunya tempat berkumpulnya tukang rumput yang menjual untuk kalangan meneer Belanda yang tinggal dikampung Elit Menteng.

15. Kalimalang

Karena kali atau sungai yang mengalir di sepanjang jalan tersebut tidak mengarah ke laut (utara), melainkan kearah barat (silang atau malang).

16. Lebak Bulus

Dahulu kala disini jadi sentral penjual penyu atau kura-kura yang dijajakan di kolam-kolam, lebak artinya kolam, bulus artinya penyu atau kura-kura.

17. Boplo

Berlokasi di belakang stasiun Gondangdia, Menteng. Dahulu kala tempat ini adalah tanah perusahaan kontraktor Belanda NV De Bouwploeg.

18. Kampung Ambon

Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP Coen sebagai Gubernur Jendral VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.

19. Sunda Kelapa

Sunda Kelapa merupakan sebutan sebuah pelabuhan di teluk Jakarta. Nama kelapa diambil dari berita yang terdapat dalam tulisan perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang berjudul Suma Oriental. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama pelabuhan itu adalah Kelapa. Karena pada waktu itu wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda maka kemudian pelabuhan ini disebut Sunda Kelapa.

20. Pondok  Gede

Sekitar tahun 1775 lokasi ini merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut Onderneming. Di sana terdapat sebuah Landhuis atau rumah besar tempat tinggal sekaligus tempat mengurus usaha pertanian dan peternakan milik Johannes Hoojiman. Karena merupakan satu-satunya bangunan besar yang ada di lokasi tersebut masyarakat pribumi menyebutnya Pondok Gede.

21. Pasar Senen

Pasar Senen pertama kali dibangun oleh Justinus Vinck. Orang-orang Belanda menyebut pasar ini dengan sebutan Vinckpasser (pasar Vinck), tetapi karena hari pada awalnya Vinckpasser dibuka hanya pada hari Senin, maka pasar itu disebut juga Pasar Senen (disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang yang lebih sering meyebut Senen ketimbang Senin). Namun seiring kemajuan dan pasar Senen semakin Ramai, maka sejak tahun 1766 pasar ini pun buka pada hari-hari lain.

22. Kebayoran

Kebayoran berasal dari kata kebayuran yang artinya tempat penimbunan kayu bayur, kayu bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatannya serta tahan terhadap rayap.

23. Kebagusan

Nama Kebagusan, daerah yang menjadi tempat hunian mantan Presiden Megawati berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang. Konon kecantikan gadis keturunan kesultanan Banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya. Agar tidak mengecewakan hati pemuda itu ia akhirnya memilih bunuh diri. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama ibu Bagus.(BERSAMBUNG)***

Bagikan: